Tuesday , September 26 2017
Topik Terhangat

“Malang Benar Nasib LPSK”

“Malang Benar Nasib LPSK”

JAKARTA, Jurnalwarga.com – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban menjadi salah sesuatu dari sekian instansi yg anggaran operasionalnnya dipangkas oleh pemerintah.

Pemangkasan anggaran ini terkait kebijakan pemerintah buat melakukan penghematan dalam APBN Perubahan 2016.

Awalnya, alokasi anggaran buat LPSK dalam APBN 2016 sebesar Rp 90.400.000.000.

Namun, setelah kebijakan penghematan keluar, LPSK harus turut melakukan penghematan melalui mekanisme self blocking sebesar Rp 7.470.640.000 atau setara dengan 8,26 persen dari anggaran sebelumnya.

Menurut anggota Komisi III Arsul Sani, bukan cuma kali ini anggaran yg dialokasikan bagi LPSK dipangkas.

Tahun sebelumnya, LPSK juga mengalami hal yg sama.

“Malang benar nasibnya LPSK. Sudah turun, diturunkan lagi,” kata Arsul, ketika pertemuan kerja dengan LPSK, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/6/2016).

Sementara itu, anggota Komisi III yang berasal Fraksi PDI Perjuangan Junimart Girsang menyesalkan langkah LPSK yg mengurangi anggaran operasional mereka.

“Bagaimana mampu bekerja? Dengan telah dikurangi, mau dikurangi lagi,” ujarnya.

Ketua LPSK Abdul Haris Semendawai menyatakan kekhawatirannya bahwa pemotongan anggaran mulai berdampak buruk terhadap kinerja lembaganya.

Berdasarkan UU Nomor 13 Tahun 2006 tentang LPSK yg sudah direvisi, lembaga itu diamanatkan buat membuat kantor perwakilan di setiap daerah.

“Tapi persoalan ini mulai terganjal karena anggaran,” kata Haris.

Sejauh ini, LPSK sudah berupaya menjajaki permintaan dukungan dari sejumlah daerah. Namun, bantuan yg ditawarkan baru sebatas sarana dan prasarana.

“Untuk operasional kalian juga membutuhkan anggaran,” ujar dia.

Haris pun menyinggung peran LPSK dalam penanggulangan terorisme. Ketika peristiwa bom Thamrin terjadi, LPSK turut menolong biaya medis korban di sejumlah rumah sakit.

“Hingga ketika ini LPSK telah memberi bantuan terhadap 41 korban terorisme, seperti Bom Bali 1, mom Kuningan, dan bom Thamrin. Memang belum semua,” ujarnya.
Sumber: http://nasional.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose