Monday , September 25 2017
Topik Terhangat

ISIS Klaim Tanggung Jawab Atas Serangan Orlando

ISIS Klaim Tanggung Jawab Atas Serangan Orlando

Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas penembakan massal di klub gay Kota Orlando, Florida, Amerika Serikat yg menewaskan 50 orang. Pelaku, Omar Mir Seddique Mateen, disebut oleh kelompok militan adalah rekrutan mereka bagi meneror Negeri Paman Sam.”Prajurit Negara Islam sudah menjalankan tugasnya di Orlando,” demikian ditulis oleh Amaq, situs berita corong propaganda para militan khilafah seperti dilansir Reuters, Senin (13/6).Biro Investigasi Federal (FBI) meragukan klaim militan. Sejauh ini Mateen memang diduga terpengaruh paham radikal ISIS, namun tak ada tanda-tanda dia beraksi atas dukungan atau arahan pihak lain.Di ketika bersamaan, pejabat dari Homeland Security – lembaga antiteror AS – mengakui bahwa pria 29 tahun keturunan Afghanistan itu mengatasnamakan ISIS dalam aksinya.”Satu-satunya hubungan pelaku dengan ISIS adalah baiat yg dijalankan persis sebelum melakukan penembakan massal,” kata pejabat yg menolak disebut namanya itu.Akibat aksi Mateen, 50 pengunjung kelab malam ‘Pulse’ tewas. Sedangkan 53 orang lainnya luka-luka. FBI menyatakan insiden di Orlando ini adalah penembakan massal terparah sepanjang sejarah Negeri Paman Sam.Sebagai perbandingan, penembakan San Bernadino California tahun dahulu dikerjakan pasangan yg juga terpengaruh paham ISIS, menewaskan 14 orang melukai belasan lainnya.Mateen menyerbu Kelab Pulse sendirian Jumat (12/6) dini hari waktu setempat, membawa senapan mesin macam AR15 dan pistol. Dia sempat menyandera pengunjung sebelum akhirnya ditembak mati oleh tim SWAT.FBI menyatakan keterkaitan ISIS mulai selalu didalami. Insiden ini oleh FBI telah masuk kategori terorisme domestik.”Kami milik dugaan bahwa pelaku penembakan terpengaruh ideologi yg mengarah ke (ISIS) tetapi kita belum mampu mengatakannya secara pasti sekarang ini,” kata Ronald Hopper, pejabat FBI.Baca juga:
Penyerang klub gay di Orlando dilumpuhkan polisi, 20 orang tewas
Penembakan klub gay Orlando bermotif terorisme, 50 orang tewas
Penembakan massal klub gay Orlando terburuk dalam sejarah AS
Perwira militer AS ancam serang masjid ketika Ramadan dicokok polisi
Penyanyi jebolan ‘The Voice’ AS tewas ditembak ketika konser
Donald Trump mengaku bukan sosok yg rasis

Sumber: http://www.merdeka.com

Komentar Anda

You might also likeclose