Sunday , June 25 2017
Topik Terhangat

Politisi PDI-P Nilai Terlalu Dini KPK Ungkap Hasil Penyelidikan Sumber Waras

Politisi PDI P Nilai Terlalu Dini KPK Ungkap Hasil Penyelidikan Sumber Waras

JAKARTA, KOMPAS.com – Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Junimart Girsang mengatakan, terlalu dini untuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan hasil penanganan perkara pembelian lahan punya Rumah Sakit Sumber Waras kepada publik.

KPK menyebut tak menemukan adanya tindak pidana dalam perkara pembelian lahan punya RS Sumber Waras, Jakarta Barat, oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Seharusnya, menurut Junimart, KPK duduk bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) buat membandingkan temuan masing-masing terlebih dahulu.

“Ini kok KPK meminta audit investigasi, setelah menyerahkan kepada KPK malah dikatakan bahwa hasil investigasi itu bukan yaitu bukti utama, cuma petunjuk saja,” ujar Junimart di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (15/6/2016).

(baca: Ragukan KPK, Fadli Zon Bersikeras Ada Korupsi di Kasus RS Sumber Waras)

Hasil audit BPK, kata dia, yaitu bukti mutlak dan di negara manapun, lembaga sejenis BPK memang diperuntukkan menghitung kerugian negara.

Ia menyarankan, agar tidak menjadi bola liar, KPK dan BPK harus langsung bertemu buat mengklarifikasi temuan masing-masing.

Junimart berpendapat, bagi mendapat kepastian hukum, Komisi III juga mulai tetap memanggil mantan Pelaksana Tugas Ketua KPK, Taufiequrachman Ruki dalam waktu dekat, buat dimintai keterangan.

(baca: KPK Tak Temukan Korupsi Sumber Waras, Dewan Perwakilan Rakyat Tetap Akan Panggil Ruki)

“Yang pasti kalian cuma mau KPK bekerja secara proporsional, objektif dan tak diskriminatif,” tutur Politisi PDI Perjuangan itu.

Terjadwal pukul 08.30 WIB, Komisi III kembali menggelar meeting kerja dengan KPK, menyusul ditundanya pertemuan pada Selasa (14/6/2016).

Hingga berita ini diturunkan, meeting belum juga dimulai karena masih menunggu para anggota Komisi III.

Adapun Ketua KPK Agus Rahardjo dan empat wakil ketua KPK, Basaria Panjaitan, Saut Situmorang, Alexander Marwata, dan Laode Muhammad Syarief telah datang terlebih dahulu.

(baca: BPK Ceroboh seandainya KPK Bisa Buktikan Tak Ada Kesalahan dalam Kasus Sumber Waras)

Di sela-sela pertemuan kemarin, Agus mengungkapkan kepada wartawan bahwa pihaknya telah mengundang para ahli buat memberikan informasi seputar masalah tersebut, di antaranya ahli dari Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, dan Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).

“Mereka menyandingkan temuan-temuan,” kata Agus.

Hasilnya, tambah Agus, tak ada indikasi kerugian negara dalam hasil audit BPK terkait pembelian lahan Sumber Waras.

(baca: KPK Tidak Temukan Korupsi Pembelian Lahan Sumber Waras)

“Dari pendapat ahli tak seperti itu (audit BPK). MAPI ada selisih, tetapi tak sebesar itu. Ahli ada yg berpendapat terkait NJOP (nilai jual obyek pajak) itu harga bagus,” papar Agus.

Menyikapi hasil kerja penyidik tersebut, KPK mulai bertemu BPK. Menurut Agus, kemungkinan meeting digelar sebelum Lebaran.

Kompas TV KPK Tak Temukan Korupsi di Kasus Sumber Waras

Sumber: http://nasional.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose