Saturday , September 23 2017
Topik Terhangat

Muluskah Jalan Tito Karnavian Jabat Tribrata 1?

Muluskah Jalan Tito Karnavian Jabat Tribrata 1?

JAKARTA, KOMPAS.com — Terjawab telah semua teka-teki soal jabatan kepala Polri. Presiden Joko Widodo menetapkan mengajukan Komisaris Jenderal Tito Karnavian sebagai calon tunggal kepala Polri bagi menggantikan Jenderal (Pol) Badrodin Haiti.

Keputusan tersebut pertama kali diungkapkan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Ade Komarudin di sela-sela kunjungan kerja memantau Stasiun Gambir, Jakarta, Rabu (15/6/2016).

Tanpa ditanya, Ade mengungkapkan kepada wartawan bahwa dirinya menerima surat dari Menteri Sekretaris Negara Pratikno yg isinya soal pergantian Kapolri.

(Baca: Ketua DPR: Presiden Ajukan Tito Karnavian Calon Tunggal Kapolri)

“Beliau mengatakan surat tertutup, amplop tertutup. Saya buka isinya adalah Presiden RI mengajukan pengganti Bapak Badrodin Haiti yg langsung mulai pensiun,” kata Ade.

“Dalam surat itu, Bapak Presiden mengajukan Bapak Tito Karnavian yg sekarang menjabat Kepala BNPT dan mantan Kepala Polda Metro,” kata politisi Partai Golkar itu.

Tertutup

Menjelang pensiunnya Badrodin pada akhir Juli 2016, Presiden tertutup soal jabatan kepala Polri. Begitu pula dengan Komisi Kepolisian Nasional yg merekomendasikan calon kepala Polri kepada Presiden.

Karena tertutupnya keterangan soal calon kepala Polri, muncul wacana bahwa Jokowi mulai memperpanjang masa jabatan Badrodin dengan berbagai alasan.

Banyak pihak menyebut, seandainya Jokowi ingin memperpanjang masa pensiun Badrodin, harus ada peraturan pemerintah pengganti undang-undang. Sebab, UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri cuma mengatur usia pensiun anggota Polri, yakni 58 tahun.

Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Bambang Soesatyo bahkan sampai mengingatkan Presiden agar langsung menyerahkan nama calon pengganti Kapolri seandainya tak ingin memperpanjang masa jabatan Badrodin. Pasalnya, Dewan Perwakilan Rakyat mulai memasuki masa reses pada 28 Juli.

(Baca: Jadi Calon Tunggal Kapolri, Ini Sepak Terjang Tito Karnavian)

Jika Presiden mengajukan nama baru, perlu ada proses uji kepatutan dan kelayakan sebagai calon kepala Polri di Komisi III hingga akhirnya diputuskan dalam sidang paripurna.

“Jadi, kalau memang usulan nama baru, paling telat pekan depan masuk ke DPR,” kata Bambang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/6/2016).

Komisioner Kompolnas mengakui bahwa proses pemilihan kepala Polri berlangsung tertutup lantaran berkaca pada proses pemilihan yg dahulu ketika Presiden menunjuk Komjen Budi Gunawan menjadi calon kepala Polri. Kegaduhan serupa tak ingin terulang.

Menyikapi berbagai pertanyaan soal jabatan kepala Polri, Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, Presiden selalu mendengar masukan dari berbagai pihak sebelum menetapkan suksesi kepala Polri.

Ada beberapa opsi yg dikaji, yakni apakah menunjuk kepala Polri baru atau memperpanjang masa jabatan Badrodin. Pramono cuma menekankan bahwa Presiden tak mulai menabrak peraturan dalam mengambil keputusan.

Sumber: http://nasional.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose