Monday , September 25 2017
Topik Terhangat

Lulung Kecam Aksi Ahok Usir Dan Marahi Wartawan Liputan Di Balai Kota

Lulung Kecam Aksi Ahok Usir Dan Marahi Wartawan Liputan Di Balai Kota

Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana mengecam aksi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yg mengusir dan melarang seorang wartawan media online melakukan peliputan di Balai Kota. Menurut Lulung, tindakan Ahok tersebut sangat tak etis ditunjukkan sebagai pejabat publik.

“Ya seharusnya sikapnya enggak usah seperti itu media itu kan perlu informasi, perlu mengkonfirmasi apa yg terjadi dan diberitakan di luar,” kata Lulung ketika dihubungi, Kamis (16/6).

Menurut Haji Lulung sapaan akrabnya, Ahok dapat menghargai profesi wartawan karena memang tugasnya menggali keterangan sebagai bahan berita. Sikap dan gaya Ahok yg meledak-ledak seharusnya dapat ditahan.

“Harusnya Ahok dapat lebih santun lah. Kalau Ahok justru marah-marah kalau ditanya berarti dia terlihat begitu lagi banyak masalah. Kok pejabat publik enggak dapat menahan emosi,” jelas Lulung.

Lulung juga menyebut wartawan adalah mitra pejabat. Sehingga tak pantas diperlakukan demikian, apalagi sampai diusir. Justru, karena persoalan ini, publik dapat menyimpulkan bahwa Ahok adalah pemimpin yg tak pandai berkomunikasi.

“Wartawan itu teman kita, sahabat kami bagi bertukar informasi. Ini kan telah kadang nih ye, bunuh karakter di depan orang banyak,” tegas Lulung.

“Dari situ terlihat orang ahok sosok seorang Gubernur yg tak pandai berkomunikasi. Wartawan itu bagaimana pun juga kawan,” tandasnya.

Kejadian ini berawal ketika salah sesuatu wartawan media online mengkonfirmasi ke Ahok soal keterangan aliran dana dari pengembang reklamasi Teluk Jakarta ke rekening Teman Ahok. Dia bertanya ‘Berarti tak ada pejabat yang lain yg sehebat bapak?’.

Mendengar pertanyaan ini kemarahan Ahok pun memuncak. Bukan menjawab pertanyaan wartawan itu, dengan nada tinggi, Ahok malah menuding dia berniat mengadu domba. Bahkan, Ahok menilai pertanyaan wartawan tersebut menganggapnya pemimpin yg tak jujur.

“Bukan begitu, banyak (pejabat hebat). Saya hanya katakan, maksud aku enggak usah ngadu domba, aku hanya minta bandingkan, bagi milik pikiran. Anda kan menuduh aku tak jujur,” kata Ahok di Balai kota, Jakarta, Kamis (16/6).

“Lalu aku tanya, kalau kamu tak jujur, berani enggak nantang sesuatu republik seperti ini. Itu yg aku bilang enggak usah dipelintir, di spin,” sambung dia kesal.

Tak cukup sampai di situ, mantan Bupati Belitung Timur ini juga mempertanyakan dari media mana wartawan tersebut. Ahok menegaskan wartawan itu dilarang kembali ke kantornya dan melakukan kegiatan liputan.

“Anda dari koran apa? Makanya yang lain kali tak usah masuk sini lagi, tak jelas kalau gitu. Saya tegasin, kamu juga tak usah nekan-nekan aku rekan media, aku tak pernah takut,” ujar Ahok.

“Sama kayak Tempo, mana dari Tempo? Mana! Mau nyinggung-nyinggung lagi ngirimin surat sama saya. Saya tak pernah takut sama kita jujur saja,” sambung dia geram.

Puas ‘menyemprot’ wartawan itu, Ahok pun berlalu ke ruangannya, tetapi sepertinya amarahnya belum reda. Dia pun kembali menghampiri wartawan itu. Sambil menunjuk dengan jari, Ahok mengusir dan melarang wartawan tersebut meliput dan mewawancarainya.

“Saya tak ada kewajiban menjawab pertanyaan anda sebetulnya. Saya tegaskan itu, bolak balik adu domba. Pokoknya enggak boleh masuk sini lagi, enggak boleh wawancara,” pungkasnya.
Sumber: http://www.merdeka.com

Komentar Anda

You might also likeclose