Sunday , September 24 2017
Topik Terhangat

Buruknya Organisasi Bertahan Turki Membuat Spanyol Istimewa

Buruknya Organisasi Bertahan Turki Membuat Spanyol Istimewa

Jakarta – Spanyol menegaskan keperkasaannya sebagai juara bertahan Piala Eropa. Kali ini mereka menunjukannya lewat kemenangan atas Turki pada laga lanjutan Grup D Piala Eropa 2016 di Stadion Allianz Riviera, Nice, Sabtu (18/6).

Spanyol berhasil mengalahkan Turki dengan skor 3-0 melalui beberapa gol dari Alvaro Morata pada menit ke-34 dan ke-48, serta gol Nolito pada menit ke-37. Kemenangan itu pun memastikan Spanyol lolos dari fase grup menyusul Prancis dan Italia.

Selain soal jumlah gol, permainan Spanyol terbilang lebih baik daripada laga sebelumnya. Tempo permainan skuat besutan Vicente del Bosque itu lebih cepat. Kedua serangan sayap mereka pun lebih berimbang. Sementara itu, Turki bermain hampir mirip dengan Republik Ceko yg lebih dulu menghadapi Spanyol. Namun, dua ruang kosong yg diciptakan Turki membuat mereka selalu dieksploitasi Spanyol.

Turki juga mengubah formasi permainanya dari 4-1-4-1 menjadi 4-3-3, sedangkan Spanyol masih memakai formasi 4-3-3 dengan susunan pemain yg sama seperti melawan Republik Ceko pada laga perdananya di Piala Eropa 2016.

Kedua Sisi Serangan Spanyol Lebih Hidup

Serangan sayap Spanyol kali ini berbeda ketika melawan Republik Ceko. Saat itu serangan Spanyol lebih dominan melalui sisi kiri saja, namun kali ini sisi kanan pun ikut hidup. Gelandang dan bek Turki lebih fokus menjaga areanya saja tanpa memerhatikan lawan. Jarak penjagaan pemain Turki kepada Spanyol pun relatif jauh.

Dari pengamatan tersebut, tujuan Turki mampu mencegat operan-operan pendek dan umpan terobosan Spanyol atas kesabarannya dari perebutan bola. Pertahanan Turki jauh lebih sabar ketimbang cara bertahan Republik Ceko. Namun sistem tersebut justru memberikan ruang besar untuk Spanyol bagi mengalirkan bola di semua area.

Tidak sekadar umpan-umpan pendek, Spanyol pun leluasa mengirimkan umpan panjang di lapangan tengah buat berganti arah serangan. Hal itulah yg membuat kedua serangan sayap Spanyol lebih hidup. Dua bek tengah Spanyol, Gerard Pique dan Sergio Ramos, pun dapat naik ke setengah lapangan buat mengalirkan bola di wilayah lawan.

Buruknya Organisasi Bertahan Turki Membuat Spanyol Istimewa
Grafis umpan Gerard Pique dan Sergio Ramos. Sumber: Squawka.

Bahkan Pique yg membangun serangan dari lini belakang, ikut berandil dalam proses gol ketiga Spanyol. Tempo aliran bola Spanyol kali ini pun lebih cepat daripada laga sebelumnya. Kesebelasan berjuluk La Furia Roja ini pun menguasai penguasaan bola sebesar 59 persen.

Silva yg menjadi winger kiri pun memberi kontribusi lebih pada laga kali ini. Rataan akurasi operannya mencapai 92 persen dan menciptakan beberapa umpan kunci serta lima umpan silang. Ia pun sempat melepaskan lima percobaan tendangan ke gawang dan melakukan beberapa dribel sukses.

Turki Terlalu Fokus Meredam Sayap Spanyol

Serangan-serangan di sisi lapangan Spanyol membuat Turki cuma fokus mengatasi kedua sisi. Turki menumpuk pemainnya ke sisi pertahanan dan di dalam kotak penalti dengan garis pertahanan yg rendah. Terutama Ozan Tufan, gelandang Turki, kadang turun ke sisi kanan pertahanan buat menolong Gokhan Gonul. Sebab, kecenderungan serangan Spanyol masih mengarah ke sisi itu walau kedua sayapnya ketika ini lebih berimbang. Apalagi area bertahan Gonul tak terlalu dibantu winger kanannya, Hakan Calhanoglu. Sebab Calhanoglu lebih disiapkan bagi melancarkan serangan balik.

Sistem bertahan seperti itu memaksa gelandang bertahan Turki, Selcuk Inan, harus bekerja sendirian di depan kotak penaltinya sendiri. Apalagi, pola pertahanan dengan garis rendah membuat para gelandang Spanyol bergerak bebas di wilayah Turki. Bahkan, tak ada yg mengawal pergerakan seorang Sergio Busquets, gelandang bertahan Spanyol.

Busquet bersama Cesc Fabregas begitu nyaman mengalirkan bola dari sisi kiri ke tengah, kemudian ke sisi kanan, begitu juga sebaliknya. Bahkan Spanyol lebih gampang melepaskan umpan-umpan dengan jarak cukup jauh karena kekosongan di wilayah Turki tersebut.

Buruknya Organisasi Bertahan Turki Membuat Spanyol Istimewa
Grafis umpan jauh yg dikerjakan Spanyol. Sumber: Squawka.

Kebebasan Spanyol itu juga membuat mereka terus mendapatkan ruang besar bagi melepaskan tendangan ke arah gawang dan umpan-umpan berbahaya dari luar kotak penalti. Seluruh gol Spanyol pun diciptakan melalu umpan berbahaya dari luar kotak penalti.

Turki Terlalu Andalkan Hakan Calhanoglu

Kecenderungan Spanyol menyerang dari sisi kiri dimanfaatkan Turki sebagai sasaran serangan balik mereka. Sebab, pos pertahanan sisi kiri Spanyol tidak jarang meninggalkan kekosongan yg ditinggalkan Jodri Alba, full-back kiri Spanyol, yg aktif menolong serangan. Untuk serangan balik ke area tersebut, Turki mengandalkan Hakan Calhanoglu yg dibantu Gonul.

Turki melakukan serangan balik dengan tempo cepat memanfaatkan kekosongan yg diciptakan pertahanan garis tinggi Spanyol. Namun, serangan balik Turki acapkali sia-sia. Sebab kecepatan Calhanoglu tak didukung pemain lainnya. Ketika menyerang, cuma ada Burak Yilmaz, Arda Turan, dan Oguzhan Ozyakup, di area sepertiga akhir lawan. Terkadang, Ozyakup pun terlambat naik menolong serangan.

Sementara Caner Erkin, full-back kanan Turki, serta Inan dan Tufan fokus menjaga area pertahanan. Hal itu membuat Turki kekurangan dukungan serangan dari sisi lain, terutama dari lini tengah. Serangan yg dikerjakan Calhanoglu pun kerap sia-sia karena jarang ada pemain yg menyambut umpan atau bola liar di kotak penalti.

Maka dari itu serangan Turki lebih disibukkan dengan aksi-aksi individual yg justru membuat Turki kehilangan bola. Apalagi Spanyol milik pertahanan yg kokoh dan bisa merebut bola dengan baik. Pilihan yang lain untuk Turki adalah melepaskan percobaan tendangan ke gawang lawan walau berakhir sia-sia.

Turan dan Yilmaz pun tak dapat berbuat banyak karena kuatnya pertahanan Spanyol. Sebab, walau bermain dengan garis pertahanan tinggi, transisi dari menyerang ke bertahan Spanyol pun cukup baik. Kecepatan Turan dapat diatasi Juanfran, dan Yilmaz sulit menaklukan Pique maupun Ramos.

Turki pun semakin sulit membangun serangan balik karena Spanyol menerapkan pressing ketat dan terkadang agresif. Turki tak dapat menguasai bola terlalu lama dari lini belakang karena terus mendapatkan upaya perebutan dari pemain depan Spanyol. Tekanan itu baru dikendurkan Spanyol saat telah unggul tiga gol.

Kontribusi Nolito dan Tugas Berbeda Alvaro Morata

Keseimbangan serangan sayap Spanyol membuat Nolito mampu lebih sedikit menghela nafas. Sebab saat melawan Republik Ceko ia terus-terusan diforsir membangun serangan Spanyol dari sisi kiri. Keseimbangan serangan sayap Spanyol membuatnya dapat mencari ruang gerak yg lebih banyak. Nolito dua kali bergerak ke tengah saat tak sedang menguasai bola.

Ia mencari ruang tembak yg dapat dikonversi menjadi gol. Hasilnya, ia melepaskan tiga percobaan tendangan ke gawang dan empat umpan kunci. Nolito juga sempat melepaskan empat umpan silang ke dalam kotak penalti lawan.

Kali ini pun beberapa winger Spanyol lebih kadang coba buat melepaskan umpan silang ke dalam kotak penalti. Sebab tugas Morata agak berbeda dengan laga sebelumnya. Kali ini Morata jarang keluar buat menolong mengalirkan bola di lini tengah. Ia lebih bergerak di dalam kotak penalti saja.

Tapi dari tugasnya itulah Morata lebih tajam. Dua gol yg dicetaknya adalah bukti dari pemain bernomor punggung tujuh itu. Morata pun melepaskan lima percobaan tendangan ke gawang dan beberapa dribel sukses.

Kesimpulan

Pertahanan garis rendah Turki sebetulnya bisa meredam serangan Spanyol. Tapi banyaknya pengabaian kepada lawan menjadi bumerang tersendiri buat mereka. Sementara itu, kinerja Spanyol dimudahkan oleh organisasi permainan Turki itu sendiri.

Hal yg perlu dikerjakan Spanyol pada laga-laga berikutnya adalah tetap menjaga para pemainnya agar tetap bugar. Sebab Spanyol tetap menggunakan pemain yg sama pada beberapa laga Piala Eropa 2016 sejauh ini yg mampu saja membuyarkan konsentrasi karena stamina yg terkuras.

Sumber: http://sport.detik.com

Komentar Anda

You might also likeclose