Saturday , September 23 2017
Topik Terhangat

Mematikan Bale Dan Ramsey, Mematikan Wales

Mematikan Bale Dan Ramsey, Mematikan Wales
Jakarta – Pendukung Inggris mampu bernafas lebih panjang. Sempat dikhawatirkan mulai tampil melempem seperti saat melawan Rusia, Inggris akhirnya memperlihatkan satu yg berbeda kepada para suporternya. Bertanding melawan Wales di Stade Bollaert-Delelis, Lens, pada Kamis, 16 Juni 2016, Inggris menang 2-1 atas Wales.

Gol-gol dalam pertandingan ini dicetak oleh Jamie Vardy (’58) dan Daniel Sturridge (’90+1) buat Inggris, sedangkan Wales cuma mencetak sesuatu gol lewat free kick Gareth Bale (’42). Bagi Vardy, ini adalah gol pertama baginya dalam ajang internasional resmi setelah mencetak gol perdana dalam pertandingan persahabatan melawan Jerman pada November 2015.

Dalam pertandingan kali ini, Inggris banyak sekali melakukan perubahan, utamanya pada babak kedua. Perubahan yg dikerjakan Hodgson inilah yg membuat Inggris pada akhirnya bisa mengalahkan Wales, selain juga dua aksi di pertahanan yg mereka lakukan.

Mematikan Gareth Bale dan Aaron Ramsey, Mematikan Serangan Wales

Meski sebelum pertandingan menyampaikan bahwa tak mulai mewaspadai Gareth Bale secara khusus, pada akhirnya Inggris menerapkan skema yg khusus buat mematikan Gareth Bale. Skema yg sama juga diterapkan buat mematikan Aaron Ramsey, yg juga memberikan pengaruh cukup besar pada pertandingan pertama.

Setiap kali Gareth Bale ataupun Aaron Ramsey memegang bola, tekanan yg konstan dan ketat segera diberikan, sehingga kedua pemain ini tak memiliki keleluasaan buat bergerak masuk ke kotak penalti Inggris, ataupun berkontribusi dalam serangan. Bale dan Ramsey terkurung di tengah karena saat mereka memegang bola, lebih dari sesuatu pemain segera menjaga mereka.

Mematikan Bale Dan Ramsey, Mematikan WalesGambar 1: Area gerak Ramsey dan Bale yg kerap terhenti di tengah (Sumber: Statszone)

Akibat terisolirnya Bale dan Ramsey yg menjadi poros serangan Wales, maka serangan Wales pun menjadi tersendat. Terlihat dari total shots yg Wales dapatkan cuma berjumlah delapan, dengan rincian beberapa on target (satu berbuah menjadi gol lewat free kick Bale), sesuatu diblok, dan lima off target. Bandingkan dengan Inggris yg mencetak sampai 20 shots dalam pertandingan ini.

Pemain yg patut diberikan acungan jempol dalam hal memberikan tekanan yg konstan dan ketat kepada Bale dan Ramsey adalah tiga pemain di area bertahan, merupakan Gary Cahill, Chris Smalling, dan Eric Dier. Ketiganya-lah yg membuat Gareth Bale dan Aaron Ramsey tak leluasa bergerak di lini pertahanan Inggris.

Mematikan Bale Dan Ramsey, Mematikan WalesGambar 2: Area gerak Dier, Smalling, dan Cahill yg agresif menahan Bale dan Ramsey. (sumber: Statszone)

Masuknya dua penyerang Wales, seperti Jonathan Williams yg rajin bergerak membuka ruang pun tak memberikan pengaruh berarti untuk Wales. Ini segala adalah akibat dari dimatikannya motor serangan Wales, merupakan Bale dan Ramsey.

Peran Sentral Rooney Sebagai Pengalir Bola di Lini Tengah Inggris

Awalnya sempat diragukan karena tak memiliki posisi yg pas di timnas, namun, perlahan Rooney akan memperlihatkan bahwa dirinya pun dapat berperan dengan baik di lini tengah Inggris. Kemampuan distribusi bolanya yg baik, dan juga rajinnya ia dalam menolong pertahanan dan menerima bola dari Eric Dier membuat permainan Inggris tetap lancar mengalir dari tengah sampai ke depan.

Distribusi Rooney yg baik di lini tengah pun dapat dilihat dari rataan umpannya sepanjang pertandingan. Tercatat, berdasarkan statistik dari Whoscored, Rooney mencetak total 79 umpan, dengan rincian 70 umpan akurat, enam umpan kunci, dan tiga umpan gagal. Rataan umpan Rooney pun cukup tinggi, mencapai 89%, tertinggi di antara para pemain Inggris yg bermain di lini tengah.

Bukan cuma mencatatkan umpan terbanyak di antara pemain tengah, Rooney juga menjadi pemain dengan total sentuhan dengan bola terbanyak di antara pemain Inggris yg lain, merupakan 103. Hal ini mencerminkan bahwa Rooney berkontribusi dalam serangan yg dibangun Inggris.

Mematikan Bale Dan Ramsey, Mematikan WalesGambar 3: Area gerak Rooney di lapangan, berikut sentuhan-sentuhan yg ia lakukan sepanjang pertandingan. (sumber: WhoScored)

Setidaknya, dengan menemukan peran yg pas bagi seorang Rooney seperti ini, Hodgson menjadi tak perlu pusing-pusing dalam menentukan posisi yg pas buat Rooney. Dengan sedikit bermain ke dalam, selain tentunya menolong seorang Eric Dier yg menjadi penjaga backfour Inggris, Rooney juga mampu berkontribusi dalam menolong serangan Inggris lewat distribusi bolanya yg baik.

Distribusi bola yg baik ini pulalah yg membuat beberapa fullback Inggris, merupakan Kyle Walker dan Danny Rose, seringkali dapat merangsek maju ke depan. Hal ini pulalah yg berhasil membongkar lini pertahanan Wales yg bermain meeting karena tekanan yg masuk ke lini pertahanan Wales menjadi lebih besar karena Walker dan Rose pun aktif melakukan kombinasi dengan Rooney maupun Alli yg bergerak ke kiri dan ke kanan.

Mematikan Bale Dan Ramsey, Mematikan WalesGambar 4: Area gerak Walker dan Rose di daerah sayap selama pertandingan. (sumber: Whoscored)

Perjudian Hodgson Terhadap Vardy dan Sturridge yg Berakhir dengan Keberhasilan

Selain berhasil memaksimalkan peran dari Rooney dan juga mematikan motor serangan dari Wales, keberhasilan Inggris yg yang lain yg membuat mereka bisa memenangkan pertandingan kali ini adalah keberanian seorang Roy Hodgson dalam melakukan perjudian. Harry Kane dan Raheem Sterling, yg dianggap sebagai biang buntunya penyerangan Inggris, ia ganti pada babak kedua.

Hodgson pun dengan berani memasukkan Jamie Vardy, striker yg pada musim 2015/2016 mencetak 24 gol bersama Leicester, dan juga Daniel Sturridge, striker lincah yg membela klub Liverpool, bagi tidak mengurangi daya gedor timnas Inggris. Hasilnya? Kedua pemain ini menjadi pemain penentu yg masing-masing mencetak sesuatu gol yg dapat membawa Inggris bangkit dari ketertinggalan 1-0 pada babak pertama.

Penyerangan Inggris menjadi lebih mantap dengan dimasukkannya seorang Marcus Rashford. Ketiga striker yg rajin membuka ruang ini membuat pertahanan Wales kocar-kacir. Mobilitas mereka berhasil menciptakan sebuah ruang di lini pertahanan Wales yg kemudian berujung menjadi gol. Total ketiga pemain ini mencetak lima tendangan ke gawang, dengan beberapa tendangan yg berujung menjadi gol ke gawang Wales.

Mematikan Bale Dan Ramsey, Mematikan WalesGambar 5: Grafis pergerakan Sturridge, Vardy, dan Rashford di area pertahanan Wales, berikut total tembakan yg mereka lesakkan. (sumber: Whoscored)

Berkat penampilan ketiganya yg cemerlang, salah sesuatu diantara striker tersebut, Daniel Sturridge, mendapatkan gelar Man of the Match dalam pertandingan melawan Wales. Hodgson pun memiliki alternatif strategi seandainya pada pertandingan terakhir nanti menghadapi Slovakia, Kane, Sterling, dan Lallana kembali menghadapi kebuntuan.

Kesimpulan

Pada intinya, strategi sekaligus perjudian Hodgson pada pertandingan ini berjalan dengan sempurna. Strateginya dalam mematikan Bale dan Ramsey, sekaligus juga memanfaatkan kemampuan Rooney dalam mendistribusikan bola dengan baik di lini tengah, membuat permainan Inggris lebih mengalir dan dinamis.

Perjudiannya dalam memasukkan seorang Vardy, Sturridge, dan Rashford pun membuahkan hasil dengan beberapa buah gol balasan yg membawa kemenangan bagi The Three Lions. Sekarang, Hodgson harus mempersiapkan lagi pasukannya buat menghadapi Slovakia dalam pertandingan terakhir. Pertandingan ini sekaligus mulai menjadi pertandingan hidup mati untuk kedua tim, apakah mereka mulai lolos dari Grup B, atau malah pulang terlebih lalu dari Prancis.

Sumber: http://sport.detik.com

Komentar Anda

You might also likeclose