Monday , September 25 2017
Topik Terhangat

“Perjuangan Lawan Korupsi Bagaikan Shalat Subuh Di Masjid”

Perjuangan Lawan Korupsi Bagaikan Shalat Subuh Di Masjid

JAKARTA, KOMPAS.com – Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak mengibaratkan perjuangan melawan korupsi di masyarakat Indonesia bagaikan melaksanakan shalat subuh di masjid.

Menurut dia, shalat subuh yaitu kewajiban, namun tidak banyak yg menunaikan secara berjamaah.

“Kami sadar betul jamaah antikorupsi bagaikan shalat subuh di masjid. Semuanya sadar gerakan antikorupsi utama tetapi sedikit sekali yg ikut,” kata Dahnil dalam pidatonya di acara Konvensi Anti Korupsi di Gedung Pusar Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (17/6/2016).

Dahnil menilai gerakan melawan korupsi adalah tantangan yg luar biasa untuk masyarakat Indonesia. Ia menyampaikan gerakan antikorupsi yg dikerjakan pemuda juga dibutuhkan, termasuk acara konvensi antikorupsi yg digagas Pemuda Muhammadiyah.

“Dari sisi mana, tentu dari sisi budaya. Konvensi mulai mendorong budaya antikorupsi,” ucap dia.

Menurut Dahnil, upaya membangun budaya antikorupsi bisa dimulai dari diri sendiri. Setalah itu, bisa menyebarkan budaya ke masyarakat.

Ia berharap Konvensi Antikorupsi mampu memberikan dampak positif untuk masyarakat Indonesia dalam pemberantasan korupsi.

“Mudah-mudahan konvensi ini bermanfaat untuk generasi masa depan dalam memberantas korupsi. Perjuangan melawan korupsi harus dikerjakan secara bersama-sama dengan masyarakat,” tutur dia.

Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah menggelar Konvensi Antikorupsi 2016. Konvensi dibuka Jumat (17/6/2016) malam dan mulai berakhir Minggu (19/6/2016).

Acara pembukaan Konvensi Anti Korupsi 2016 dihadiri Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo, Bupati Bojonegoro Suyoto, Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli.

Hadir pula Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Muhammad Nasir Djamil, Wakil Ketua MPR Hidayat Nurwahid, Mantan ketua PP Muhammadiyah Teguh Santosa, Koordinator ICW Adnan Topan Husodo.

Kompas TV Ada Hakim Korupsi, Emang Berapa Tunjangannya?

Sumber: http://nasional.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose