Sunday , August 20 2017
Topik Terhangat

Seniman Christo Vladimirov Ajak Masyarakat Berjalan Di Atas Air

Seniman Christo Vladimirov Ajak Masyarakat Berjalan Di Atas Air
Jakarta,Jurnalwarga.com – Seniman terkenal yang berasal Bulgaria Christo Vladimirov Javacheff berjalan di atas air pada instalasi monumental “The Floating Piers” karyanya di Danau Iseo, Italia utara.

Memakai sepatu gelap, mantel berwarna merah dan hitam, celana jeans dan kemeja bergaris, Christo menyilangkan tangan sambil berdiri di tengah-tengah Danau Iseo.

Semua yg memisahkan dia dan tubuh besar itu dengan air adalah sebuah kain oranye yg mengambang sepanjang tiga kilometer, memanjang seperti landasan yg menghubungkan desa Sulzano dan pulau kecil Monte Isola.

“Ini adalah proyek yg sangat fisik, anda perlu pergi ke sana (untuk memahaminya),” katanya, di mana proyek yg disebutnya “The Floating Piers” tersebut mulai dibuka bagi umum dari 18 Juni 3 Juli 2016.

“Ini bukan sebuah lukisan , bukan patung. Anda harus berjalan di atasnya, merasakannya bersama matahari, hujan, angin. Ini harus dirasakan secara fisik, bukan virtual,” ungkapnya dilansir AFP.

Pertama kali dibuat pada 1970 di River Plate, Argentina, proyek seperti yg dirancang Christo (81) bersama mendiang istrinya Jeanne Claude ini akhirnya diwujudkan di Italia.

Meskipun mengalami penundaan panjang dalam mewujudkan visinya, Christo menyampaikan proyek yg direncakan sejak Tahun 2005 tersebut “menetap di hatinya”.

Dipaksa bagi meninggalkan jalan air setapak di Argentina, kemudian ditolak kembali di Jepang karena persoalan perizinan, pameran dermaga tersebut akhirnya mendapat lampu hijau cuma dalam waktu beberapa tahun di Italia, berkat antusiasme masyarakat lokal.

Direktur proyek Germano Celant menggambarkan kecepatan penyelesaian proyek tersebut bagaikan sebuah “keajaiban”.

Terbuat dari 200.000 batu polietilen yg didaur ulang, dihubungkan oleh 200.000 sekrup raksasa, dermaga dihalangi dengan kain dahlia terbuat dari nilon anyaman erat dirancang buat menyesuaikan kondisi, berwarna kuning ketika matahari terbenam dan merah ketika basah.

Proyek yg menghabiskan 15 juta Euro atau sekitar 16,7 juta dollar AS tersebut diciptakan bagi dinikmati secara gratis oleh masyarakat umum yg diharapkan menarik 500 ribu pengunjung hingga penutupan.

 

Sumber: http://www.antaranews.com

Komentar Anda

You might also likeclose