Saturday , September 23 2017
Topik Terhangat

Dalil Menyimpang Sang Guru Silat

Dalil Menyimpang Sang Guru Silat

Keresahan meliputi mantan anggota Lembaga Seni Bela Diri (LSBD) Himatul Iman (HI). Penyebabnya, salah sesuatu pimpinan lembaga itu berinisial DZA dinilai menyimpang dari ajaran Islam.

Mereka kemarin mengadukan perilaku DZA ke Majelis Ulama Indonesia Jawa Barat di Jalan LL RE Martadinata, Kota Bandung. Kini mereka telah keluar dari perguruan itu. Nama lembaganya pun berubah menjadi Lanterha the Lemurian Meditation, sejak awal 2016.

Para pelapor melampirkan dua barang bukti berupa video dan rekaman isi dialog, maupun tulisan berada di grup WhatsApp. Laporan diterima Ketua MUI Jabar, Rahmat Syafe’i, Sekretaris Rafani Achyar, Ketua Komite Fatwa MUI Jabar Badruzzaman M Yunnus, serta dua pengurus lainnya.

Mantan anggota LSBD HI, Muhammad Yudi Wahyudin menceritakan, awal mula dia bergabung pada 1989 silam. Dia mengaku ketika itu tertarik ingin mampu bela diri. Selama lima tahun bergabung, dia tak ada melihat gelagat buruk dari perguruan itu.

Hanya saja di pertengahan 1990, keganjilan akan dirasakan. Suatu saat dia pernah berkunjung ke salah sesuatu pusat perbelanjaan di Bandung bersama DZA. Sepanjang hari itu, dia melihat DZA tak pernah melaksanakan salat lima waktu.

“Jadi dia memang tak pernah salat,” kata Yudi.

Suatu saat pada 2004 lalu, Yudi mengaku memberanikan diri menanyakan segera alasan DZA ini tak melaksanakan salat. Yudi justru terkaget-kaget mendengar argumen DZA.

“Katanya salat mampu disatuin dari Subuh sampai Isya,” ujar Yudi menirukan DZA.

Hari demi hari berlalu, menurut Yudi ajaran DZA semakin berkembang dan mengganti salat menjadi Ritual Salat Tanpa Bacaan (RSTB). Cara salat dikerjakan berbeda dengan apa yg diajarkan Nabi Muhammad S.A.W., di mana gerakannya tanpa bacaan, bahkan tanpa membaca Al-Fatihah.

“Selain salat mampu disatukan, ke sini berkembang. Banyak laporan makin aneh. Salat katanya dapat diganti dengan RSTB. Jadi salat itu cuma merasakan kesadaran dalam diri, jadi semacam kontemplasi,” ucap Yudi.

Sumber: http://www.merdeka.com

Komentar Anda

You might also likeclose