Saturday , June 24 2017
Topik Terhangat

Tongkat Ular Nabi Musa Membuat Tukang Sihir Bersimpuh Kepada Allah

Tongkat Ular Nabi Musa Membuat Tukang Sihir Bersimpuh Kepada Allah

Nabi Musa hidup di Mesir pada masa kerajaan Firaun yg sangat kejam. Pada masanya Firaun menganggap dirinya adalah Tuhan. Suatu malam Firaun bermimpi mulai kerajaannya yg hangus di lalap api. Menurut ramalan mimpinya, kelak mulai ada bayi dari Bani Isroil yg mulai menghancurkan kekuasaannya.

Firaun pun memerintah bagi membunuh setiap bayi Bani Isroil yg lahir. Pada ketika Nabi Musa lahir, dia diselamatkan oleh ibundanya yg bernama Yukabad dengan dimasukkan ke dalam kotak dan dihanyutkan di sungai Nil.

Kemudian Nabi Musa ditemukan oleh istri Firaun yg bernama Asyiah dan diangkat menjadi anak. Ketika Asyiah mencari ibu buat menyusui Musa, dengan kebesaran Allah SWT, Yukabad terpilih bagi menyusui Musa. Setelah disapih, Yukabad pun mengembalikan lagi Musa ke istana Firaun.

Ketika dewasa Nabi Musa, melerai suatu perkelahian antara bangsa Qibthi dan Bani Isroil. Musa tak sengaja memukul bangsa Qibthi hingga meninggal. Merasa bersalah Musa langsung meninggalkan mesir, karena tentara Firaun mulai tiba menangkap dan menghukumnya. Ketika sampai di Madyan, Palestina, Nabi Musa membantu beberapa gadis dan mengambilkan air bagi makan ternaknya. Dua gadis tersebut adalah anak Nabi Syuaib .

Nabi Syuaib kemudian menikahkan putrinya bernama Shofura dengan Nabi Musa. Sebagai mas kawinnya merupakan Nabi Musa harus berkerja di peternakan Nabi Syuaib selama delapan tahun.
Saat perjalanan menuju Mesir, di dalam perjalanan Nabi Musa melihat cahaya di sebuah lereng bukit Sinai. Di bukit itu, Musa diangkat Allah SWT menjadi seorang Nabi yg istimewa karena bisa berbicara segera dengan Allah. Untuk menemani perjuangan Nabi Musa Allah kemudian mengangkat Nabi Harun, saudara sepupunya sebgai Nabi.

Di hadapan Firaun, Nabi Musa dan Nabi Harun menjelaskan maksud kedatangannya, bagi mengajak Firaun bertaubat dan menyembah Allah. Tentu saja Firaun menentang keras ajakan Musa bagi berfirman kepada Allah. Dan menyuruh para penyihirnya buat melawan mukjizat Nabi Musa.

Setelah dipersiapkan sebuah arena buat pertandingan, pertandingan antara Nabi Musa dan penyihir suruhan Firaun pun dimulai. Dengan sombongnya Firaun duduk di atas kursi emas. Dia menatap Nabi Musa dengan penuh kebencian. Para penyihir sudah memamerkan aksinya di hadapan Nabi Musa. “Hai Musa, orang yg mengaku suci utusan Tuhan, bagaimana dengan dirimu? Para tukang sihirku sudah memperlihatkan kebolehannya dan memamerkan kesaktiannya!” ejek Firaun kepada Nabi Musa.

Tanpa berkata apa-apa, Musa melemparkan tongkat yg sejak tadi dia pegang. Tongkat itu pun berubah menjadi ular besar. Semua penonton yg menyaksikan pertandingan tersebut merasa ketakutan. Mereka mundur, karena takut dipatuk ular. Ular itu bergerak melahap ular-ular kecil buatan para tukang sihir hingga tidak tersisa.

Para tukang sihir merasa malu dan akan berkeringat dingin. Dan seketika itu, para tukang sihir bersimpuh di hadapan Nabi Musa dan menyatakan beriman kepada Allah. Firaun semakin marah, wajahnya berubah merah padam karena merasa malu di hadapan rakyatnya.Baca juga:
Kisah Nabi Yaqub AS nangis hingga buta karena sedih kehilangan anak
Nabi Syuaib diancam mulai diusir dari Madyan seandainya tidak menyembah pohon
Berlikunya jalan Rasulullah ketika dakwah Islam sampai dilempar jeroan
Terdapat cahaya keluar dari diri Aminah ketika mengandung Rasulullah
Surat ini bagi hati Ummar bin Khattab terguncang dan masuk Islam
Kesetiaan Ali bin Abi Thalib kepada Rasulullah hingga akhir hayat
Ini yg dilihat Rasulullah ketika diajak Allah melihat neraka

Sumber: http://www.merdeka.com

Komentar Anda

You might also likeclose