Saturday , September 23 2017
Topik Terhangat

Panglima TNI Bantah Ada Penculikan WNI Oleh Kelompok Abu Sayyaf

Panglima TNI Bantah Ada Penculikan WNI Oleh Kelompok Abu Sayyaf

JAKARTA, KOMPAS.com – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memastikan bahwa kabar penculikan terhadap warga negara Indonesia (WNI) oleh kelompok Abu Sayyaf adalah tak benar.

“Saya pastikan itu bohong,” kata Gatot, usai menghadiri buka bersama di kediaman Ketua Dewan Perwakilan Daerah Irman Gusman, Jakarta, Rabu (22/6/2016).

Sebelumnya, dikabarkan bahwa tujuh warga Samarinda, Kalimantan Timur, disandera oleh kelompok militan teroris yang berasal Filipina, Abu Sayyaf.

Ketujuh orang tersebut yaitu anak buah kapal (ABK) TB Charles, punya perusahaan pelayaran PT PP Rusianto Bersaudara. Mereka disergap dan disandera Abu Sayyaf di perairan Filipina.

Salah sesuatu korban, yakni juru mudi kapal yg bernama Ismail, kemudian diperintahkan bagi menghubungi keluarganya. Ismail kemudian menghubungi istrinya, Dian Megawati.

Pada Rabu (22/6/2016), Megawati menuturkan, tepat pukul 11.00 Wita hari itu, teleponnya berdering dan kelihatan nomor panggilan dari Jakarta.

Ketika diangkat, ternyata suaminya, yg menghubunginya dengan nada tergesa-gesa. Suaminya memerintahkan Mega buat mencari wartawan, kepolisian setempat, Pemerintah Indonesia, dan pihak PT PP Rusianto Bersaudara.

“Saya dikabari tergesa-gesa, aku kaget tak sempat tanya apa kabarnya, bagaimana nasibnya. Dia hanya minta dicarikan wartawan, kepolisian, pemerintah, dan perusahaan,” kata Mega, Rabu.

“Di akhir komunikasi, suami bilang harus disiapkan uang 20 juta ringgit sebagai uang tebusan. Kami telah ke perusahaan, tapi masih belum ada kejelasan,” ujarnya.

Menurut Mega, saat mengabari segala pihak, perwakilan perusahaan kemudian segera mengecek keberadaan kapal TB Charles.

Menurut koneksi yg tersambung, posisi kapal sedang berada di perairan Indonesia menuju Kota Tarakan. Namun, pada ketika menghubungi Mega, suaminya terkesan sedang berada di daratan.

“Kata perusahaan, kapal itu baik-baik saja karena masih berlayar menuju Tarakan. Namun, saat menelepon, suami aku sedang berada di daratan. Terdengar suara ribut seperti di pasar, dan di belakangnya ada suara-suara berbahasa Inggris yg menyarankan agar uang tebusan langsung dikirim,” ujarnya.

Mega menjelaskan, TB Charles membawa 13 ABK. Suaminya mengatakan, pada proses penyanderaan, ke-13 orang tersebut dibagi dalam beberapa kelompok.

“Yang tujuh orang dibawa oleh (kelompok) militan Abu Sayyaf, sedangkan yg enam orang lainnya tak tahu ke mana. Kemungkinan besar, keenam orang itu dikembalikan ke kapal bagi langsung melanjutkan perjalanan,” kata dia.

Kini, Mega masih selalu menunggu kabar dari suaminya dan menantikan kejelasan dari perusahaan.

“Saya enggak tahu lagi harus gimana. Yang penting, mudah-mudahan ini mampu langsung ditangani Pemerintah Indonesia, dan aku berharap suami cepat pulang,” ucapnya.

(Baca: Tujuh WNI Asal Samarinda Disandera Kelompok Militan Abu Sayyaf)

Kompas TV 7 WNI Disandera Abu Sayyaf

Sumber: http://nasional.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose