Saturday , September 23 2017
Topik Terhangat

Beralasan Banyak Anggota Kelelahan, Baleg DPR Bahas RUU Tembakau Di Hotel

Beralasan Banyak Anggota Kelelahan, Baleg DPR Bahas RUU Tembakau Di Hotel

JAKARTA, KOMPAS.com – Badan Legislatif (Baleg) Dewan Perwakilan Rakyat malam ini membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Pertembakauan di Hotel Sultan, Jakarta, Jum’at (24/6/2016).

Inisiator RUU Pertembakauan Taufiqulhadi membenarkan kabar itu. “Ya, malam ini memang ada agenda konsinyering (pendalaman) RUU Pertembakauan oleh inisiator dan Baleg,” ujar politisi Partai Nasdem itu ketika dihubungi Kompas.com, Jum’at (24/6/2016).

Saat ditanya alasan mengadakan pertemuan di hotel hingga malam, Taufiq menyatakan hampir sebagian besar anggota Baleg yg juga bertugas di Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat merasa lelah setelah seharian penuh mengikuti rangkaian uji kelayakan dan kepatutan calon tunggal Kapolri , Komisaris Jenderal Tito Karnavian, Kamis (23/6/2016) kemarin.

(Baca: Komnas Pengendalian Tembakau Luncurkan Iklan Sindir Anggota DPR)

“Jadi karena konsinyering ini mulai berlangsung sampai malam sekali, makanya sama teman-teman sekalian diadakan di hotel supaya selesai pertemuan dapat segera tidur,” ujar Taufiq.

Dia pun menyampaikan alasan pemilihan tempat meeting di hotel bukan karena ingin menyembunyikan satu dari publik.

“Sama sekali tak ada yg hendak kita sembunyikan dari publik, pertemuan ini pun murni dihadiri oleh Baleg Dewan Perwakilan Rakyat dan inisiator saja, tak ada pihak perusahaan rokok yg hadir,” saya politisi Partai Nasdem itu.

Sebelumnya sebagian kalangan menilai RUU Pertembakauan sarat dengan kepentingan industri rokok. Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sudah memutuskan RUU Pertembakauan masuk dalam daftar program legislasi tahun 2014.

(Baca: Arahan Presiden soal Tekan Impor Tembakau Langsung Dikalkulasi)

Polemik terhadap kebijakan tembakau selalu bergulir. Bagi para penentangnya, RUU ini dinilai tidak sesuai prosedur. RUU ini lolos prolegnas lewat jalur cepat, tanpa naskah akademik. Karena itulah sebagian kalangan mencium kejanggalan. 

Kompas TV Indonesia Sudah Darurat soal Merokok?

Sumber: http://nasional.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose