Saturday , September 23 2017
Topik Terhangat

Kebijakan Pemerintah Perangi Narkoba Masih Dinilai Kurang Efektif

JAKARTA, KOMPAS.com – LBH Masyarakat menilai, perang terhadap narkotika adalah kekalahan yg dirayakan. Pasalnya, sikap pemerintah merespons persoalan narkoba sangat represif, misalnya dalam hal penerapan hukuman pidana kepada pengguna narkoba.

Akibat dari kebijakan itu justru menimbulkan dampak yg buruk. Para pengguna narkoba yg terlibat masalah seakan memiliki catatan hitam untuk masyarakat sehingga bagi menata hidupnya kembali pun menjadi sulit.

“Pemakai narkotika di negeri ini masih dipidana. Pemidanaan ini membuat mereka memiliki criminal record dan membuat setelah lepas dari penjara mereka sulit mencari pekerjaan,” ujar staf advokasi – komunikasi LBH Masyarakat, Yohan Misero, dalam diskusi di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (26/6/2016).

Menurut Yohan, pemerintah perlu mengeluarkan kebijakan alternatif terhadap pemakai narkoba, yakni tak memidana pengguna narkoba melainkan merehabilitasinya. 

“Kebijakan dua negara yang lain seperti Uruguay, Portugal, Ceko, dan Swiss bisa ditiru bagi menciptakan kebijakan narkotika nasional yg humanis,” ujar Yohan.

Ia menambahkan, sikap represif pemerintah juga tampak pada kebijakan hukuman mati untuk terpidana perkara narkoba yg ditangkap. Pada faktanya, kebanyakan dari pengedar narkoba cuma mata rantai yg ada di bawah, sementara mafia-mafia di atasnya tetap terlindungi.

“Mereka yg ditangkap cuma kurir-kurir, kecil, tapi mana bandar besarnya ditangkap,” kata dia.

“Hukuman mati seringkali mengancam mereka yg rentan yg ada di rantai bawah peredaran gelap. Mafia-mafia besar yg sesungguhnya justru terlindungi dan tak tersentuh,” tuturnya.

Sumber: http://nasional.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose