Saturday , September 23 2017
Topik Terhangat

Pemerintah Segera Umumkan Opsi Pembebasan 7 WNI Yang Disandera

Pemerintah Segera Umumkan Opsi Pembebasan 7 WNI Yang Disandera

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pihaknya sudah mengaktifkan crisis center bagi menangani masalah penyanderaan tujuh warga negara Indonesia oleh kelompok bersenjata di Filipina. Sejumlah upaya pembebasan pun tengah dikaji.

“Mungkin hari Selasa kami telah dapatkan jawaban permulaan kemungkinan opsi-opsi yg mulai kalian ambil,” kata Luhut seusai menghadiri peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2016 di Jakarta, Minggu (26/6/2016).

Ketujuh WNI itu yaitu anak buah kapal tugboat Charles 001 dan tongkang Robi 152.

Mereka disandera dalam beberapa waktu berbeda di sekitar Laut Sulu pada 20 Juni lalu. (Baca juga: Penyandera WNI Berwajah Tampan, Bersih, dan Berkalung Peluru)

Atas tindakan tersebut, pemerintah melanjutkan moratorium pengiriman batubara ke Filipina.

Moratorium sebenarnya telah dimulai setelah peristiwa penyanderaan kedua terjadi dua waktu lalu.

Kasus penculikan kali ini yaitu yg ketiga dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.

Luhut menambahkan, dalam upaya pengamanan wilayah laut perbatasan, Pemerintah Indonesia sudah menjalin kerja sama dengan Malaysia dan Filipina.

Namun, hingga kini, implementasi dari kerja sama itu belum sepenuhnya berjalan.

“Ya, itu telah dibicarakan oleh panglima TNI, ada dua yg belum jalan. Memang belum seluruh pihak melaksanakan itu,” ujar dia.

(Baca juga: WNI Disandera, Pelayaran ke Perairan Filipina Dihentikan)

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo sebelumnya beralasan, belum terealisasinya patroli bersama buat mengamankan wilayah perbatasan disebabkan ketika ini Filipina tengah dalam masa transisi pemerintahan.

Kendati demikian, Indonesia, kata dia, sudah menyerahkan pola kerja sama pengamanan yg bisa diimplementasikan kepada Malaysia dan Filipina.

Kompas TV 6 dari 13 ABK yg Disandera Tiba Selamat

Sumber: http://nasional.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose