Monday , September 25 2017
Topik Terhangat

Berlarut-larut, Anggota Komisi III DPR Akan Tanyakan Pengusutan Kasus BLBI Di KPK

Berlarut larut, Anggota Komisi III DPR Akan Tanyakan Pengusutan Kasus BLBI Di KPK

JAKARTA, KOMPAS.com – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat RI mulai menanyakan hasil pengusutan perkara dugaan korupsi terkait penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Komisi III memang mulai tanyakan progres masalah BLBI. Bukan cuma BLBI tetapi perkara yang lain yg sedang ditangani KPK juga kalian mulai tanyakan. Kan kalian memang ada meeting rutin,” kata anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat RI Sufmi Dasco Ahmad kepada wartawan di Jakarta, Minggu (26/6/2016).

Meskipun demikian politikus Partai Gerindra ini menegaskan posisi Komisi III tidak mulai melakukan tekanan kepada KPK.

Pertanyaan mulai dilayangkan kepada KPK karena dianggap masalah yg sudah merugikan negara triliunan rupiah tersebut berlarut-larutnya.

“Kami enggak mulai memaksa, kita percayakan pada KPK. Karena ini bukan kesalahan KPK zaman sekarang BLBI nggak selesai-selesai. Biarkan mereka berjalan. Kalau dipaksa takutnya nanti buru-buru. Jadi salah langkah,” katanya.

Sejauh ini menurut Dasco pihaknya memang menitikfokuskan perkara BLBI pada pengembalian uang negara.

Untuk pengembalian uang negara, Komisi III juga mulai mengkaji berbagai jenis kebijakan, sesuatu diantaranya lewat pengampunan pajak.

Diberitakan sebelumnya, KPK menegaskan kalau masalah BLBI tidak pernah dipetieskan.

Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang memastikan, perkara yg disinyalir merugikan keuangan negara hingga Rp 138,7 triliun di era Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri ini selalu berjalan.

“KPK tak memiliki kewenangan menutupnya (kasus BLBI),” kata Saut minggu lalu.

Lebih lanjut Saut meminta agar publik tak perlu mendesak KPK buat terburu-buru dalam menangani masalah tersebut.

Sebab, diperlukan bukti-bukti yg cukup guna menangani perkara yg disebut-sebut menguntungkan puluhan pihak swasta itu.

“Menurut aku biasa-biasa saja. Cuma harus sabar saja,” katanya. (*)

Sumber: http://nasional.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose