Tuesday , September 26 2017
Topik Terhangat

Telusuri Suap Raperda Reklamasi, KPK Periksa Mantan Petinggi Agung Sedayu

Telusuri Suap Raperda Reklamasi, KPK Periksa Mantan Petinggi Agung Sedayu

JAKARTA, KOMPAS.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa mantan Komisaris PT Agung Sedayu Group, Richard Halim Kusuma, Selasa (28/6/2016).

Richard mulai diperiksa terkait dugaan suap dalam pembahasan rancangan peraturan daerah tentang reklamasi.

“Diperiksa sebagai saksi buat saksi MSN (Mohamad Sanusi),” ujar Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati, ketika dikonfirmasi, Selasa.

PT Kapuk Naga Indah, yg yaitu anak usaha Agung Sedayu Group, adalah salah sesuatu dari sembilan perusahaan pengembang yg ikut dalam proyek reklamasi 17 pulau di Pantai Utara Jakarta.

Telusuri Suap Raperda Reklamasi, KPK Periksa Mantan Petinggi Agung Sedayu

Sebelumnya, KPK juga sudah memeriksa Chairman Agung Sedayu Group, Sugianto Kusuma alias Aguan.

Richard Halim Kusuma adalah salah sesuatu pimpinan perusahaan pengembang yg ikut dalam rapat dengan sejumlah pimpinan dan anggota DPRD DKI Jakarta.

Dalam rapat itu, perusahaan-perusahaan pengembang meminta agar pembahasan Raperda tentang reklamasi dipercepat.

Hal tersebut dijelaskan dalam surat dakwaan terhadap Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja.

Kasus ini bermula ketika KPK menangkap tangan M Sanusi, seusai menerima uang pemberian dari Presdir PT Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja.

Ia diduga menerima suap secara bertahap yg jumlahnya mencapai Rp 2 miliar.

Suap tersebut diduga terkait pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Provinsi DKI Jakarta 2015-2035 dan Raperda tentang Rencana Kawasan Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Jakarta Utara.

Selain Sanusi, KPK juga sudah memutuskan Ariesman Widjaja dan Personal Assistant PT APL Trinanda Prihantoro sebagai tersangka.

Kompas TV Ahok: Saya Melengkapi Berkas

Sumber: http://nasional.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose