Saturday , September 23 2017
Topik Terhangat

Bidan Jadi Tersangka Pengguna Vaksin Palsu

Bidan Jadi Tersangka Pengguna Vaksin Palsu

JAKARTA, KOMPAS.com – Bareskrim Polri menangkap seorang bidan bernama Manogu Elly Novita di tempat praktiknya di Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (29/6/2016) malam.

Setelah diperiksa, penyidik segera menetapkannya sebagai tersangka masalah penggunaan vaksin palsu.

“Dia tenaga medis sekaligus mendistribusikan ke tempat lain,” ujar Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Agung Setya di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (30/6/2016).

Dengan tertangkapnya Elly, jumlah tersangka perkara tersebut sebanyak 17 orang. Elly yaitu pengguna vaksin palsu pertama yg ditangkap polisi.

(baca: Jokowi: Vaksin Palsu Kejahatan Luar Biasa)

Sementara 16 orang lainnya terdiri dari tujuh produsen dan sisanya yaitu distributor dan pencetak label.

Agung mengatakan, ketika ini masih didalami sejak kapan Elly beroperasi dengan penggunaan vaksin palsu itu.

“Kami selalu menganalisis terkait siapa sebagai pengguna vaksin palsu. Kami masih dalam pemeriksaan,” kata Agung.

(baca: Jangan-jangan Vaksin Anakku Palsu…)

Agung mengatakan, tidak lama setelah menangkap Elly, penyidik juga menangkap beberapa orang lainnya di daerah Cakung, Jakarta Timur. Namun, keduanya ketika ini masih berstatus terperiksa.

“Masih ada beberapa yg diperiksa, nanti sejauh mana keterlibatannya kalian dalami,” kata Agung.

Hari ini, Bareskrim Polri berencana menggelar pra rekonstruksi di tempat praktik Elly yg berlokasi di Jalan Centex Raya RT 05 RW 11 Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur.
Rencananya pra rekonstruksi mulai digelar pada pukul 13.00 WIB.

Distribusi vaksin palsu beredar di sekitaran Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Semarang, Banten, Medan, Aceh, dan Padang.

Sementara itu, fasilitas kesehatan yg baru diketahui berlangganan vaksin palsu, yakni empat rumah sakit di Bekasi, beberapa klinik, beberapa apotek, dan sesuatu toko obat.

(baca: Ini Alasan Bareskrim Enggan Ungkap Nama Rumah Sakit yg Langganan Vaksin Palsu)

Terungkapnya masalah ini berawal dari fakta lapangan banyaknya anak yg keadaan kesehatannya terganggu usai diberi vaksin.

Selain itu, ada pula laporan pengiriman vaksin balita di dua puskesmas yg mencurigakan.

Bareskrim Polri pun menangkap produsen vaksin yg tak memiliki izin. Dalam semua penggeledahan, penyidik mengamankan barang bukti, yakni 195 sachet hepatitis B, 221 botol vaksin polio, 55 vaksin anti-snake dan sejumlah dokumen penjualan vaksin.

Kompas TV Dampak Vaksin Palsu 1%, Itu Dari Mana?

Sumber: http://nasional.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose