Saturday , September 23 2017
Topik Terhangat

Diduga Korupsi, Dirjen Bimas Agama Buddha Terancam Diberhentikan

Diduga Korupsi, Dirjen Bimas Agama Buddha Terancam Diberhentikan

JAKARTA, KOMPAS.com – Inspektur Jenderal Kementerian Agama (Kemenag) Muhammad Jasin mengatakan, masalah yg menjerat Direktur Jenderal Pembinaan Masyarakat (Bimas) Budha Kementerian Agama, Dasikin, terbilang berat.

Menurut Jasin, sanksi yg mulai diterima oleh Dasikin mampu berupa pemecatan.

“Bila dilihat dari kasus-kasus sebelumnya. Ini yaitu pelanggaran berat dan terancam dengan pemberhentian tak terhormat,” ujar Jasin, di Kemenag, Jakarta Pusat, Rabu (29/6/2016).

Namun, hingga ketika ini, menurut Jasin, Dasikin belum dipecat. Pemecatan harus dikerjakan oleh Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin.

Diduga Korupsi, Dirjen Bimas Agama Buddha Terancam Diberhentikan

Sementara Menteri Lukman, kata dia, sedang memastikan persiapan penyelengaraan ibadah Haji di Arab Saudi.

Ia menambahkan, berbagai hal terkait Dasikin juga telah disampaikan kepada Menteri Lukman.

“Statusnya nanti mulai disampaikan segera oleh Pak Menteri sekembalinya dari Arab,” kata Jasin.

“Semua telah kalian ajukan usulan-usulannya, nanti yg putuskan Pak Menteri. Jadi sabar menunggu,” lanjut dia.

Ia menambahkan, dugaan korupsi yg dikerjakan oleh Dasikin sekitar Rp 2 miliar dari total anggaran pengadaan buku pendidikan keagamaan sekitar Rp 10 miliar.

“Kerugian lebih dari Rp 1 miliar, itu Kejaksaan Agung yg tahu. Tapi tadi ada yg bilang Rp 4 miliar, tetapi yg tadi aku sebut itu kerugiannya Rp 2 miliar lah,” kata Jasin.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung menahan Direktur Jenderal Pembinaan Masyarakat Agama Buddha Kementerian Agama.

Penahanan terkait dugaan korupsi pengadaan buku pendidikan agama Buddha dan buku penunjang lainnya bagi tingkat pendidikan anak usia dini, dasar, dan menengah tahun anggaran 2012.

Dasikin ditahan di rumah tahanan Salemba cabang Kejaksaan Agung bagi 20 hari pertama.

Dalam perkara ini, Dasikin diduga ikut mengatur proyek pengadaan buku pendidikan agama Buddha.

Atas penangkapan ini, Kemenag juga memastikan tak memberikan pendampingan hukum untuk Dasikin.

Pasalnya, APBN tak menganggarkan anggaran bantuan hukum untuk pejabat lembaga negara yg terlibat korupsi.

Pidana yg menjerat Dasikin terjadi ketika masih menjabat sebagai Sekretaris Dirjen Bimas Agama Buddha Kemenag tahun 2012.

Saat itu, anggaran pengadaan buku pendidikan keagamaan itu sekitar Rp 10 miliar.

Namun, Dasikin bersama pejabat Kemenag lainnya bersama-sama melakukan penggelembungan dana dan menyalahgunakan wewenang sehingga timbul kerugian negara sebesar Rp 4.720.618.182.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung sudah menjerat lima pelaku lainnya yakni Welton Nadaek selaku Pelaksana Penyedia Barang Putus yg sudah divonis 4,5 tahun penjara; Joko Wariyanto selaku mantan Dirjen Bimas Agama Buddha sudah divonis 6 tahun penjara; Heru Budi Santoso yg ketika itu selaku Dirjen Bimas Agama Buddha divonis 5 tahun penjara; Edi Sriyanto selaku Direktur CV Karunia Jaya divonis 4 tahun penjara; serta Samson Sawangin selaku Direktur CV Samoa Raya divonis 2 tahun penjara.

Sumber: http://nasional.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose