Sunday , September 24 2017
Topik Terhangat

Pejabat Pemprov DKI Akui Pengembang Reklamasi Diminta Bangun Rusun

Pejabat Pemprov DKI Akui Pengembang Reklamasi Diminta Bangun Rusun

JAKARTA, KOMPAS.com – Kepala Biro Tata Kota dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah DKI Jakarta Vera Revina Sari mengakui adanya pembayaran tambahan kontribusi 15 persen yg dikerjakan perusahaan pengembang reklamasi, meskipun belum ada peraturan daerah yg mengaturnya.

Menurut Vera, salah sesuatu tambahan kontribusi itu dibayarkan anak usaha PT Agung Podomoro Land, yakni PT Muara Wisesa Samudra. Tambahan kontribusi tersebut berupa pembangunan infrastruktur, merupakan pembangunan Rumah Susun di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat.

“Sebagian besar dalam bentuk pembangunan rumah susun. Dalam catatan kita cuma Rusun Daan Mogot saja,” ujar Vera kepada Jaksa Penuntut Umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (30/6/2016).

(Baca: Kata Ahok soal Dugaan Barter Penggusuran Kalijodo dengan Izin Reklamasi)

Selain pembangunan Rusun, menurut Vera, terdapat juga tambahan kontribusi yg digunakan bagi mengeruk Waduk Pluit.

Jaksa KPK sempat menanyakan mengenai dua tambahan kontribusi yg sudah dipenuhi pengembang, yg rinciannya tercantum dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Vera.

Misalnya, dari PT Muara Wisesa Samudra berupa pembangunan Rusun, proyek inspeksi Kali Ciliwung, Kali Tubagus Angke dan pembersihan Kalijodo.

Meski demikian, Vera mengaku tak mengetahui mengenai dua proyek infrastruktur yg disebutkan jaksa.

(Baca: KPK Pelajari Barter Tambahan Kontribusi Bagi Pengembang Reklamasi)

Menurut Vera, sebelumnya memang telah ada kesepakatan antara Gubernur DKI Jakarta dan perusahaan pengembang yg sudah memiliki izin prinsip. Kesepakatan itu dikerjakan pada 18 Maret 2014.

Adapun, mekanisme pemenuhan tambahan kontribusi tersebut dimulai dari surat permohonan pemegang izin, mengenai usulan pembangunan infrastruktur. Surat tersebut kemudian direkomendasikan kepada dinas terkait.

Setelah itu, usulan mulai dibahas dalam pertemuan pimpinan, dan ditentukan apakah proyek disetujui atau tidak.

Kompas TV Podomoro Land Diduga Danai Penertiban Kalijodo

Sumber: http://nasional.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose