Saturday , September 23 2017
Topik Terhangat

Sesalkan Pernyataan IDI, Komnas PA Sebut Vaksin Palsu Berpengaruh Serius Terhadap Korban

Sesalkan Pernyataan IDI, Komnas PA Sebut Vaksin Palsu Berpengaruh Serius Terhadap Korban

JAKARTA, KOMPAS.com – Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aman Bhakti Pulungan menyampaikan bahwa vaksin palsu yg sempat beredar di masyarakat tak berdampak serius terhadap penerimanya.

Aman menjelaskan, vaksin yg berbahan dasar campuran cairan infus dan gentacimin (obat antibiotik) tersebut yaitu obat yg telah biasa diterima oleh tubuh manusia.

Menanggapi pernyataan tersebut, Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait menyesalkan pernyatan Aman. Menurutnya, vaksin palsu berdampak serius buat korban.

“Jangan katakan kalau itu tak ada dampaknya. Berikan vaksin palsu saja telah mampu mengarah pada upaya pembunuhan,” kata Arist di Kemkumham, Jakarta, Senin (18/7/2016).

(Baca: IDI: Ada “Grand Design” Menyudutkan Dokter dan RS di Balik Temuan Vaksin Palsu)

Aris menyampaikan Komnas PA sedang mengumpulkan data dari masyarakat terkait dampak vaksin palsu. Data tersebut dikumpulkan dari Posko yg berdiri di 34 provinsi dan 35 kabupaten kota.

Hingga kini, Komnas PA sudah menerima 21 perkara di Jabodetabek yg dilaporkan orang tua terkait vaksin palsu.

(Baca: 30 Anak Anggota Kopassus Jadi Korban Vaksin Palsu)

“Ada di rumah sakit, ada di klinik juga. Ada klinik bersalin, ada Puskesmas dua tahun lalu. Data-data kalian itu ada yg lumpuh, meninggal dunia, cacat kalau ibu-ibu menyampaikan itu terus bernanah. Itu juga dampak dari suntik polio, campak, dan sebagainya,” tutur Arist.

Komnas PA sedang menyiapkan gugatan kelompok yg dikerjakan dalam dua minggu ke depan. Gugatan tersebut tak cuma ditujukan kepada pemerintah, namun juga kepada distributor, dokter, dan berbagai pihak yg terkait.

Kompas TV Jokowi Tinjau Kegiatan Vaksin Ulang

Sumber: http://nasional.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose