Wednesday , August 23 2017
Topik Terhangat

Suap Pengaturan Perkara Di MA Diduga Libatkan Hakim Agung

Suap Pengaturan Perkara Di MA Diduga Libatkan Hakim Agung

JAKARTA, KOMPAS.com – Kasus dugaan suap terkait pengaturan kasus dan komposisi hakim di Mahkamah Agung diduga melibatkan Hakim Agung.

Dugaan itu muncul dalam persidangan untuk terdakwa Kepala Subdit Kasasi Perdata, Direktorat Pranata dan Tata Laksana Perkara Perdata Mahkamah Agung, Andri Tristianto Sutrisna, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (21/7/2016).

Dalam persidangan, Jaksa Penuntut dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperlihatkan sebuah transkrip pembicaraan Andri dan staf Panitera Muda Pidana Khusus MA, Kosidah, dalam layanan pesan singkat Blackberry Messenger (BBM), pada 21 November 2015, hingga 22 Januari 2016.

Dalam transkrip tersebut, Andri meminta bantuan Kosidah agar dua kasus hukum di Tasikmalaya dan Bengkulu, ditangani oleh majelis hakim yg diinginkan.

Ia juga meminta agar kasus yg dimaksud tak ditangani oleh Hakim Artidjo Alkostar.

“Benar Yang Mulia, Pak Andri minta berkas itu jangan ke Pak Artidjo, karena pada takut Yang Mulia,” ujar Kosidah di Pengadilan Tipikor.

Dalam pembicaraan selanjutnya, Andri dan Kosidah melakukan tawar-menawar soal majelis hakim yg mulai ditunjuk buat mengurus perkara.

Beberapa nama Hakim Agung yg disebut adalah Hakim Syarifuddin, Hakim Syamsul Rakan Chaniago, dan Hakim Timur Manurung.

Diduga libatkan hakim

Dalam salah sesuatu transkrip pembicaraan, Kosidah menawarkan agar salah sesuatu masalah ditangani oleh Hakim Timur Manurung. Hal tersebut kemudian disetujui oleh Andri.

Untuk menindaklanjuti rencana penunjukan hakim tersebut, Andri meminta kepada Kosidah nomor telepon staf Timur Manurung.

Setelah nomor telepon diberikan, Andri kemudian mengatakan pesan singkat kepada staf Timur bernama Hardi.

“Bos, ada pidsus (pidana khusus) di bos TM, barangnya telah masuk kemarin, terdakwa H Zakri, mohon petunjuk ya trims,” ujar Andri kepada Hardi, seperti dalam transkrip yg ditunjukkan Jaksa.

Berikut transkrip lengkap percakapan Andri dan Kosidah (Ida) yg ditampilkan Jaksa KPK:

Tanggal 21 November 2015

Andri: Mbak Yang Tasikmalaya dan Bengkulu aku tunggu kabarnya Kosidah: sekaramg pak syarifudin banyak kbul

Andri: Nah, maksud aku arah ke sana aja Kosidah: ga usah fokus majelis pak TM. mas andre tambahin aja mintanya.

Andri: TM juga mampu kan. Tar no-nya aku sampaikan d. besok mbak liat berkasnya dah masuk blm ya. jgn lupaya mba. aku tunggu

Kosidah: Sebentar mas orang yg pegang data blm tiba masih di jalan

Kosidah: Mas Andre tolong yg di Tasik di foto krm ke BBM. Kemarin cat mas ksi telah aq kasi bagian reg mlah ilang BBM Andri-Kosidah 30 November 2015.

Andri: mba yg tasikmalaya n bengkulu aku tunggu kabarnya ya. klu yg tasik siapa majelisnya. n bengkulu majelisnya jgn AA. trims

Kosidah: Iya Mas Andre. Nti aq bbm

BBM Andri-Kosidah, 19 Januari-22 Januari 2016

Andri: mbak minta no honya hardi ya staf Pak Timur

Kosidah: iya sebentar mas. aq liat dahulu nti di sms. Hardi no. 08128173227

Andri: Mbak yg tasik blm putuskan?

Kosidah: kayaknya sih blm mas. aq cek k tuaka blm d bls nih bbm nya

Andri: Oh gitu. rol bln ada di panmud ya

Kosidah: Ada rol dpt dr tuaka. bbm aq dah di bc sama orang yg di tuaka. hanya blm di bls bbmnya

Kompas TV Kasus Korupsi Kembali Seret Pejabat

Sumber: http://nasional.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose