Wednesday , August 23 2017
Topik Terhangat

PKB: Terkait Rusuh Tanjungbalai, Masyarakat Harus Junjung Toleransi

PKB: Terkait Rusuh Tanjungbalai, Masyarakat Harus Junjung Toleransi

JAKARTA, KOMPAS.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daniel Johan mengajak masyarakat bagi menjunjung tinggi toleransi terkait kerusuhan yg merusak dua rumah ibadah umat Buddha di kota Tanjungbalai, Sumatera Utara (Sumut), Sabtu (30/7/2016) dini hari.

“Kita sebagai masyarakat toleran harus menjunjung tinggi toleransi, harus ada komunikasi, kerja sama dan gotong royong sesama masyarakat,” kata Penasehat Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia itu saat dihubungi di Jakarta, Sabtu.

Mantan Sekretaris Jenderal Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia itu mengungkapkan rasa prihatin atas kejadian yg dikhawatirkan mampu berdampak pada kehidupan masyarakat dan aspek ekonomi di kawasan Tanjungbalai bila tak langsung ditangani.:
 
(Baca: 7 Pelaku Penjarahan dalam Kerusuhan di Tanjungbalai Ditangkap)

“Kami minta solusi langsung buat menyelesaikan dan menjembatani rembuk para warga,” ujar dia.

Sabtu dinihari sekelompok massa merusak sejumlah rumah ibadah umat Buddha di Tanjungbalai, yg dimulai dari perbedaan pendapat antarkelompok.

 
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah (Kabid Humas Polda) Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting di Medan, Sabtu, mengimbau masyarakat bagi tetap tenang dan tak terprovokasi.

(Baca: Respons Kerusuhan di Karo dan Tanjungbalai, Kapolri ke Medan)

Pihak kepolisian dan pemerintah daerah Sumut sudah menyepakati meeting bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan etnis dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tanjungbalai guna mengokohkan kembali kebersamaan warga.

 
Saat ini, situsasi di Tanjungbalai telah kondusif. Sebanyak tujuh orang sudah diamankan aparat kepolisian karena melakukan penjarahan ketika kerusuhan berlangsung.
 
Kapolri Jenderal Tito Karnavian juga telah bertolak ke Medan buat memantau perkembangan situasi tersebut.
 

Sumber: http://nasional.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose