Wednesday , August 23 2017
Topik Terhangat

Sekolah Belum Jadi Tempat Nyaman Untuk Siswa, Kokurikuler Dinilai Tak Tepat

Sekolah Belum Jadi Tempat Nyaman Untuk Siswa, Kokurikuler Dinilai Tak Tepat

JAKARTA, KOMPAS.com – Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Retno Listyarti mengatakan, gagasan kokurikuler yg dilontarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy bukanlah gagasan yg tepat bagi siswa.

Menurut dia, aktivitas siswa di sekolah seharian tidak menjamin kegiatan belajar-mengajar berjalan efektif. Sebab, sekolah belum tentu dapat menjadi tempat yg aman dan nyaman buat siswa.

“Banyak siswa justru merasa sekolah bukan tempat yg aman dan nyaman. Misalnya maraknya kekerasan yg terjadi di sekolah,” kata Retno dalam pesan singkat, Jumat (12/8/2016).

Menurut Retno, sebagian besar siswa beranggapan sekolah bukan sebagai taman yg menyenangkan, melainkan seperti sebuah penjara. Hal itu terkait dengan metode sekolah dalam mendisiplinkan siswa.

“Karena sekolah kerap mendisiplinkan siswa dengan cara-cara yg tak partisipatif, banyak mengatur dan menghukum,” ucap Retno.

Retno menuturkan, pembuatan kebijakan pendidikan harus perhitungkan hak siswa, kebutuhan siswa, dan kepentingan siswa.

Ia menilai kebijakan pendidikan yg melanggar hak-hak siswa mulai membuat siswa semakin tertekan.

“Biarkan anak-anak menikmati masa kanak-kanak dan remaja dengan bahagia, tak terbebani,” ujar Retno.

Gagasan kokurikuler yg dicetuskan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menuai polemik di masyarakat.

 

(Baca: Kokurikuler, Gagasan Mendikbud yg Menuai Polemik…)

Berbagai pihak dari mempertanyakan penerapan kokurikuler. Masyarakat bahkan membuat petisi dalam jaringan berjudul “Tolak Pendidikan “Full Day”/SehariPenuh di Indonesia”.

Namun demikian, Muhadjir menyampaikan wacana kokurikuler tetap berjalan. Menurut Muhadjir, penerapan kokurikuler mulai selalu dikaji dan disiapkan teknis pelaksanaannya.

Full day (sehari penuh) jalan. Teknisnya belum, tapi insya Allah jalan,” kata Mendikbud seusai berkunjung ke SMK Muhammadiyah Imogiri Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (10/8/2016).

(Baca: Mendikbud: Program “Full Day School” Tetap Jalan, Teknisnya Belum

Sebelumnya, dalam kesempatan yg berbeda, Muhadjir mengaku tak bermasalah seandainya program kokurikuler batal diterapkan. Muhadjir menyampaikan mulai mencari program yang lain yg lebih tepat buat masyarakat.

“Kalau tak (diterapkan) ya enggak apa-apa, kalian tarik (programnya) aku mencoba cari pendekatan lain,” ujar Muhadjir di bilangan SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (9/8/2016).

(Baca: Mendikbud: Mending Di-“bully” Sekarang daripada Ribet Nantinya…)

Kompas TV Pihak Sekolah: Full Day School Tak Akan Efektif

Sumber: http://nasional.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose