Saturday , June 24 2017
Topik Terhangat

Baleg DPR: Kalau Studi Banding Ke Luar Negeri, Kami Dapat Masukan, Pulang Langsung Eksekusi

Baleg DPR: Kalau Studi Banding Ke Luar Negeri, Kami Dapat Masukan, Pulang Langsung Eksekusi

JAKARTA, KOMPAS.com – Wakil Ketua Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat Firman Soebagyo mengklaim pembatasan kunjungan luar negeri dalam penyusunan Rancangan Undang-undang (RUU) yg diberlakukan Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat tidak serta-merta meningkatkan produktivitas legislasi.

Hal itu kelihatan dari hasil Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2016.

Dalam Prolegnas 2016, Dewan Perwakilan Rakyat cuma menyelesaikan tujuh RUU nonkumulatif.

Sementara itu, masih ada sembilan RUU yg selalu diperpanjang masa pembahasannya hingga tiga sampai tujuh kali masa sidang.

Padahal, idealnya, dalam tiga kali masa sidang, komisi atau Panitia Khusus (Pansus) dapat menyelesaikan tiga RUU.

“Jadi pembatasan kunjungan luar negeri ketika menyusun RUU tidak serta-merta meningkatkan produktivitas, karena dengan kunjungan luar negeri justru kalian mendapat masukan utama dan ketika pulang segera dapat eksekusi,” kata Firman, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/10/2016).

Ia mencontohkan, ketika terlibat dalam penyusunan RUU Penjaminan, tim melakukan studi banding ke Korea Selatan, Jepang, dan Italia. 

Sepulang dari studi banding, Firman mengaku mendapatkan masukan berharga sehingga penyusunan RUU ternyata justru berjalan cepat.

Saat ditanya apakah tak cukup dengan memanggil narasumber dari negara bersangkutan, Firman menjawab hal itu belum cukup.

“Contohnya waktu penyusunan RUU mengenai kehutanan dan konservasi, di dua negara maju ternyata hutan konservasi itu dibuat wisata. Bahkan di dalamnya ada hotel bintang lima dan jadi devisa negara. Itu kan kita butuh melihatnya segera agar lebih memahami,” lanjut Firman.

Sumber: http://nasional.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose