Saturday , June 24 2017
Topik Terhangat

Kisah Humaida, Wanita Lumpuh Dan Perawatan Sebulan Habiskan Rp 1 Juta

Kisah Humaida, Wanita Lumpuh Dan Perawatan Sebulan Habiskan Rp 1 Juta

Pergi.com, promo tiket pesawat segala maskapai! Seorang ibu warga kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Humaida (46), terbaring tak berdaya di RSUD Panglima Sebaya, Paser akibat lumpuh selama 5 tahun 7 bulan. Tiap bulannya, tak kurang dari Rp 1 juta dihabiskan buat biaya perawatan Humaida.

Perawatan Humaida sendiri ditanggung oleh Pemkab Paser, setelah keluarga mengajukan surat informasi tak bisa (SKTM). Namun buat kesehariannya, suami dan keluarga Humaida, selalu memutar otak. Apalagi, usaha bengkel yg dijalankan suami Humaida, tutup sejak awal 2015 lalu.

“Iya rata-rata sekira Rp 1 juta setiap bulannya, di antaranya buat beli popok ibu,” kata putra sulung Humaida, Januar As Ari (25), ketika berbincang bersama merdeka.com, Senin (31/10) malam.

Keinginan kuat bagi memberikan perawatan maksimal demi kesembuhan Humaida, selalu dikerjakan keluarga. Salah satunya dikerjakan Januar sendiri yg mesti berurusan kesana kemari, meminta bantuan berbagai pihak buat kesembuhan sang ibu tercinta.

“Karena telah hampir 6 tahun ini, kalian keluarga, cuma dijanjikan mulai dicarikan tempat medis bagi kesembuhan ibu saya. Sekian lama, sekian tahun tak ada, sekian lama ibu terbaring tak berdaya,” ujarnya.

“Semestinya, ada pengobatan dan perawatan medis berjenjang. Dari Pemda Paser, mampu merujuk ke rumah sakit setingkat lebih baik seperti RSUD Abdul Wahab Syachranie punya Pemprov Kaltim di Samarinda. Kalau memang mesti dirujuk lagi, nanti kan dapat dirujuk lagi semisal ke Jakarta atau ke kota lain. Tapi ini tidak, ibu bertahun-tahun tak berdaya, tak mampu perawatan maksimal,” tambahnya.

Namun demikian, Senin (31/10) hari ini, perjuangan Januar sedikit mendapatkan jalan setelah dia bertemu dengan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak di ruang kerja gubernur di Samarinda. Melalui surat disposisinya, Awang memerintahkan jajarannya, di antaranya Direktur RSUD AW Syachranie Samarinda Rachim Dinata memberikan perawatan maksimal kepada Humaida, dengan merawatnya di RSUD AW Syachranie.

Biayanya, ditanggung oleh Pemprov Kaltim.

“Ini memang sedikit membuka jalan buat perawatan maksimal dan kesembuhan ibu saya. Saya tadi juga mengantarkan segera surat disposisi Pak Gubernur itu ke pak direktur rumah sakit,” ungkap Januar.

“Saya sekarang sedang perjalanan pulang ke Paser, surat disposisi itu juga mulai aku berikan ke Pemkab Paser, mohon bantuan buat akomodasi ke Samarinda, ke rumah sakit AW Syachranie. Juga, teknis bagaimana dan siapa yg mendampingi ibu saya, bagaimana sekolah adik saya,” jelasnya.

“Sementara Bapak aku yg sekarang selalu mendampingi ibu. Usaha bengkel Bapak jatuh bangun dan akhirnya tutup sekira awal 2015 lalu. Sekarang ya menemani ibu saya, dan aku yg harus berurusan ke sana kemari demi ibu saya,” demikian Januar.

Diketahui, Humaida mengalami kelumpuhan sejak 2011 dahulu pascakelahiran anak kelimanya, di klinik punya Dewan Perwakilan Daerah Muhammadiyah di kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Padahal, empat anak sebelumnya lahir normal. Pihak keluarga memilih menahan diri buat tak bersuara ke publik bertahun-tahun, lantaran masih bersabar.

Pengobatan Humaida pun sudah menghabiskan seluruh sumber dananya, sehingga Humaida masuk perawatan medis RSUD Panglima Sebaya Paser, berdasarkan surat informasi tak dapat (SKTM). Akhirnya, di antaranya melalui anak Humaida, Januar As Ari, berjuang mencari keadilan dan kejelasan penyebab ibunya jatuh lumpuh bertahun-tahun.

Sekian tahun, muncul rencana keluarga buat mengakhiri ujian ini dengan cara suntik mati Humaida, yg mulai diajukan ke Mahkamah Agung.Baca juga:
Lima kisah donor organ tubuh bikin haru sejagat
Kebaikan hati antarkan Kakek Rahman ke Tanah Suci
Kisah Kakek Rahman, loper koran berhati emas doyan bantu orang susah
Dari petani hingga presiden, orang-orang ini mampu panggilan Tuhan

Sumber: http://www.merdeka.com

Komentar Anda

You might also likeclose