Monday , June 26 2017
Topik Terhangat

Hasil 3 Survei Terakhir Di Pilgub DKI, Ahok Tumbang

Hasil 3 Survei Terakhir Di Pilgub DKI, Ahok Tumbang

Pilgub DKI 2017 tengah memasuki tahapan masa kampanye. Tiga calon pasangan Agus YudhoyonoSylviana Murni, Basuki T Purnama- Djarot Saiful Hidayat, Anies BaswedanSandiaga Uno makin gencar menyapa warga demi meraih simpati dan terpilih jadi penguasa di ibu kota.

Mau Diskon Rp 250,000? Beli tiket pesawat-nya di Pergi.comSeperti perhelatan pemilihan kepala daerah pada umumnya, jelang pencoblosan pada 15 Februari nanti, sejumlah lembaga survei melakukan prediksinya secara ilmiah. Dengan metode survei yg hampir sama, para lembaga survei milik hasil berbeda dalam prediksi pilihan politik warga Jakarta.

Tiga lembaga survei per Selasa (29/11), sudah merilis hasil elektabilitas para calon gubernur dan wakil gubernur DKI. Siapa paling unggul?

LSI Denny JA

Elektabilitas Basuki T Purnama ( Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat terjun bebas di survei terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) punya Denny JA. Hasil survei menyebutkan, Ahok-Djarot cuma memiliki elektabilitas 10,6 persen pasca didera isu penistaan agama.

Saat survei dilakukan, Ahok memang belum ditetapkan sebagai tersangka. Namun, dalam kuesioner ditanyakan pandangan responden bagaimana seandainya Ahok ditetapkan sebagai tersangka perkara penistaan agama.

“Pasca penetapan Pak Ahok sebagai tersangka dukungan yg beliau terima elektabilitas itu turun tajam. Yang selama ini jadi penopang penting juga ikut meninggalkan beliau (Ahok),” kata Peneliti LSI, Ardian Sopa, kepada wartawan di kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (18/11).

Tidak cuma itu, Ardian juga menilai, seandainya pasangan Ahok-Djarot memiliki potensi buat bisa tersingkir pada putaran pertama Pilgub DKI pada 15 Februari 2017 mendatang.

Berdasarkan data yg dimiliki LSI, sebelum ditetapkan sebagai tersangka, elektabilitas Ahok berada di 24,6 persen. Sedangkan setelah ditetapkan sebagai tersangka penistaan agama, elektabilitas Ahok anjlok hingga berada di angka 10,6 persen.

“Bukan tak mungkin potensi yg sangat besar, Ahok mulai tergusur di putaran pertama,” bebernya.

Namun, lanjutnya, hal ini justru berdampak positif buat rival Ahok. Seperti elektabilitas pasangan Anies-Sandi yg ketika ini memimpin dengan 31,90 persen. Disusul Agus-Sylvi 30,90 persen. Sedangkan sisanya merupakan sebesar 26,60 persen masuk dalam kategori swing voters atau belum menentukan pilihan.

LSI melakukan survei periode 31 Oktober sampai dengan 5 November 2016, dengan memakai metode multistage random sampling. Jumlah yg responden yg dimintai pendapat sebanyak 440 orang. Survei dikerjakan dengan wawancara tatap muka memakai kuesioner. Sementara Margin of error survei ini kurang lebih 4,8 persen.

Indikator Politik

Lembaga survei Indikator Politik juga mengeluarkan hasil survei di Pilgub DKI 2017. Hasilnya, calon gubernur dan calon wakil gubernur nomor satu, Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni berada di urutan paling atas.

Elektabilitas Agus-Sylvi berada di angka 30,4 persen. Menurut survei, Agus-Sylvi ungguli pasangan nomor dua, Ahok-Djarot, yg berada di urutan kedua dengan elektabilitas 26,2 persen.

Sementara itu, pasangan nomor tiga, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, disebut berada pada urutan ketiga dengan elektabilitas 24,5 persen.

“Tapi ketiganya milik peluang masuk putaran kedua. Tidak ada sesuatu pun yg mampu mengklaim mampu menang sesuatu putaran,” kata Direktur Eksekutif Indikator Burhanuddin Muhtadi ketika mengumumkan hasil survei di kantornya di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (24/11).

Burhan menyebut pihaknya juga sempat menanyakan kepada responden buat menjawab secara spontan siapa tokoh yg mulai mereka pilih sebagai gubernur DKI.

Survei dikerjakan pada 15 November sampai 22 November 2016, atau dimulai sehari sebelum Ahok ditetapkan sebagai tersangka perkara dugaan penistaan agama. Survei dikerjakan terhadap 798 responden warga DKI Jakarta yg telah mempunyai hak pilih. Mereka diwawancarai secara tatap muka. Metode survei ini adalah multistage random sampling dengan margin of error 3,6 persen.

Menurut Burhan, penarikan sampel dikerjakan dengan cara flowchart, yakni ada kelurahan di lima kota yg dipilih secara random dengan jumlah proporsional.

Di kelurahan terpilih kemudian dipilih lima RT yg juga dikerjakan dengan cara random. Setelah itu, di masing-masing RT dipilih beberapa KK.

Di KK terpilih itu kemudian dipilih sesuatu orang yg telah memiliki hak pilih. Survei tak dikerjakan di wilayah Kepulauan Seribu karena persentase sampel yg ada di wilayah tersebut dianggap terlalu kecil.

Poltracking Indonesia

Lembaga Poltracking Indonesia mengumumkan hasil survei elektabilitas terhadap tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta. Hasilnya, elektabilitas Cagub Basuki Tjahaja Purnama kini berada di bawah Agus Harimurti Yudhoyono.

“Temuan survei ini belum mampu memprediksi siapa pemenang DKI Jakarta, tetapi elektabilitas Agus-Sylvi 27,92 persen, Basuki- Djarot 22,00 persen, dan Anies-Sandi 20,42 persen,” ujar Direktur Eksekutif dan Riset Poltracking Indonesia, Hanta Yuda, Minggu (27/11).

Dari survei tersebut, terpampang bahwa tren elektabilitas pasangan Basuki-Djarot selalu merosot, berbeda dengan beberapa pasangan calon lainnya Agus-Sylvi dan Anies-Sandi yg selalu naik.

Pada survei itu, Hanta juga memberi simulasi pertarungan Pilgub secara head to head. Dari hasil simulasi itu memamerkan pasangan petahana Basuki-Djarot masih kalah suara dari pasangan Agus-Sylvi yg cuma meraih suara 24,83 persen, sedangkan pasangan Agus-Sylvi meraih 45,92 persen.

Akan tetapi, dari pertarungan kedua pasangan tersebut masih ada 29,25 persen suara yg belum menetapkan (undecided voters).

Survei dikerjakan Poltracking melibatkan 1.200 orang dikerjakan selama 10 hari, yakni 7 – 17 November. Margin of error survei sebesar 2,8 persen dan tingkat kepercayaan survei mencapai 95 persen.Baca juga:
Kata Anies Baswedan, ini alasan Ahok gagal atasi macet & banjir DKI
Ahok klaim telah berubah, tak suka marah-marah dan pilih melawak
Ahok bakal bagi tanggul di sepanjang utara Jakarta
Ahok lebih suka anak buah yg ikuti perintah ketimbang pintar
Anies nilai serapan APBD Pemprov DKI beberapa tahun terakhir tidak maksimal
Anies sebut warga Jakarta berhak bandingkan kapasitas setiap cagub
Doa Anies di ultah Persija ke-88, penampilan baik dan milik stadion

Sumber: http://www.merdeka.com

Komentar Anda

You might also likeclose