Friday , August 18 2017
Topik Terhangat

Oknum Kolonel Penerima Aliran Dana Rp 24 Miliar Sudah Jadi Tersangka

Oknum Kolonel Penerima Aliran Dana Rp 24 Miliar Sudah Jadi Tersangka

JAKARTA, KOMPAS.com – Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan Marsekal Madya Hadi Tjahjanto membenarkan bahwa seorang oknum kolonel di Kementerian Pertahanan diduga menerima aliran dana sebesar Rp 24 miliar di rekening pribadinya.

Oknum itu berinisial IR.

“Yang bersangkutan berinisial IR. Info dari penyidik telah menjadi tersangka,” kata Hadi melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Kamis (1/12/2016).

Saat ini, IR sudah dinonaktifkan dari jabatannya di struktural Kementerian Pertahanan.

Meski tak merinci secara jelas perkara yg menjerat IR, masalah yg awalnya ditangani Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) sudah dilimpahkan Polisi Militer Angkatan Udara (POMAU).

“Setelah ditemukan mealui pemeriksaan oleh APIP, proses hukumnya dikembalikan ke satuan yang berasal seperti Brigjen Teddy,” kata dia.

(Baca: Di Kemenhan, Ketua KPK Ungkap Ada Aliran Rp 24 Miliar bagi Oknum Kolonel)

Sementara itu, Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Djundan Eko Bintoro mengatakan, Kolonel IR yaitu pengganti Brigjen Teddy Hernayadi, sebagai Kepala Bidang Pelaksanaan dan Pembiayaan Kemenhan.

Teddy sebelumnya dihukum seumur hidup oleh Mahkamah Militer Tinggi II, karena dinilai terbukti melakukan korupsi dalam pembayaran alat penting sistem pertahanan di Kemenhan sejak 2010 hingga 2014.

Akibat perbuatannya, negara dirugikan 12 juta dollar Amerika Serikat.

“Dalam masalah ini, IR diduga memakai uang negara ke rekening pribadinya. Namun, bagi lebih jelas terkait kasusnya, silakan hubungi POM yg menanganinya,” ujarnya.

Aliran dana

Sebelumnya, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Agus Rahardjo, menyebutkan, ada aliran dana yg tak bisa dipertanggungjawabkan yg ditujukan kepada salah seorang pejabat di Kementerian Pertahanan.

Ia meminta agar Kementerian Pertahanan mampu mengusut masalah tersebut.

Hal itu disampaikan Agus saat memberikan penyuluhan di Aula Bhineka Tunggal Ika, Kementerian Pertahanan, Selasa (22/11/2016).

“Nanti Pak Menteri kalau mampu bantu, kalian juga memonitor kasusnya Pak Teddy, misalkan. Di sana juga ada mungkin kolonel yg perlu dinaikkan aku pikir,” ujar Agus.

“Kalau tak salah ada Rp 24 miliar (uang) yg tak dapat dipertanggungjawabkan,” lanjut dia.

Sumber: http://nasional.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose