Sunday , June 25 2017
Topik Terhangat

Cerita Sadis Dua Cucu Habisi Kakek Dan Nenek Demi Membeli Sabu

Cerita Sadis Dua Cucu Habisi Kakek Dan Nenek Demi Membeli Sabu

Perbuatan beberapa cucu ini terhadap kakek dan neneknya tidak pantas ditiru. Bukannya merawat atau menjaga kakek dan neneknya, GP (18) dan adiknya AP (16) malah menghabisi Tharin Kadir (80) dan Cik Nura (78).

Liburan natal Pergi.com bagi2 diskon Rp 100,000Perbuatan GP dan AP terhadap nenek dan kakeknya terbilang keji. Keduanya membunuh dahulu mengambil harta kakek dan neneknya buat diberikan sabu.

Pembunuhan itu dikerjakan pada Kamis (1/12). Dalam menjalankan aksinya, GP dan AP dibantu rekannya IT (14).

GP dan AP diringkus di rumahnya di Jalan Sematang Borang, Kelurahan Sako, Kecamatan Sako, Palembang, Jumat (2/12 sekira pukul 01.00 WIB. Tak lama kemudian, IT yg beralamat di Lahat, itu diciduk.

GP mengakui terlibat dalam perampokan dan pembunuhan terhadap kakek dan neneknya itu. GP menyesali peristiwa itu karena tak memiliki niat menghabisi kedua korban.

“Ya, mereka (korban) kakek dan nenek aku sama adik aku IP. Waktu itu tak mau membunuh, hanya mau ambil barangnya saja,” ungkap GP di Mapolresta Palembang, Jumat (2/12).

Dia mengatakan, pembunuhan itu yaitu ide rekannya, IT, yg berdalih takut ketahuan dan tidak ingin dipenjara. GP mengaku awalnya cuma bermaksud mencuri uang pensiun yg baru diambil korban dari bank dua jam sebelum kejadian. Lalu, mereka bertiga mendatangi rumah korban dengan mengendarai sepeda motor.

“Saya sama teman (IT) masuk ke rumah, waktu itu tak terkunci. Adik aku nunggu motor di depan,” ungkap tersangka GP di Mapolresta Palembang, Jumat (2/12).

Di dalam rumah, korban Cik Nura sedang tertidur lelap. Lantaran takut aksi pencuriannya ketahuan, tersangka IT berinisiatif menghabisi korban. Mereka sengaja membawa sebilah pisau bagi jaga diri.

“Saya bekap nenek aku pakai bantal, dia teriak-teriak. IT nusuk beberapa kali dan menyembelih leher nenek saya. Habis itu, aku juga ikut menusuknya sesuatu kali,” akunya.

Kegaduhan tersebut membuat korban Thamrin masuk ke dalam kamar istrinya. Begitu melihat kakeknya, tersangka GP mendorong dan menikamnya berkali-kali hingga tewas.

“Kami panik kakek aku lihat kita baru bunuh nenek. Dia kita bunuh juga,” ujarnya.

Kedua korban tewas bersimbah darah. Kedua pelaku pun leluasa mengambil sejumlah barang. Diantaranya, uang Rp 700 ribu, ponsel, dan dua perhiasan emas.

“Kami keluar dari pintu belakang, habis itu kalian pulang ke rumah. Tidak tahu kalo di rumah kakek nenek lagi heboh,” terangnya.

Tersangka GP menuturkan, perampokan tersebut buat membayar utang sebesar Rp 2 juta dan ingin membeli narkoba. Dalam persembunyiannya di rumah, mereka menggelar pesta sabu yg dibeli hasil perampokan.

“Duitnya kita pakai beli sabu, kalian pakai bareng. Kalo emas-emas masih ada, belum dijual,” tukasnya.

Peristiwa itu baru diketahui anak korban, Hendri, yg pulang setelah diberitahu tetangganya lantaran rumah korban gelap, tidak seperti biasanya, Kamis (1/12) menjelang Maghrib. Begitu masuk rumah, Hendri menjerit melihat kedua orangtuanya tergeletak bersimbah darah di kamar.

Warga berduyun-duyun mendatangi lokasi buat menyaksikan peristiwa yg membuat gempar itu. Tak lama, polisi tiba bagi melakukan olah tempat kejadian kasus dan membawa kedua korban ke rumah sakit.

Dari hasil visum, korban Thamrin mengalami tujuh luka tusuk di leher sebelah kanan dan empat liang di bahu kanan. Sedangkan korban Cik Nura tewas dengan lima liang luka dan luka sembelih di leher.Baca juga:
Pembunuh pasutri lansia di Palembang dibekuk, pelaku cucunya sendiri
Selidiki kematian nenek Yenni dalam karung, polisi buru anak
Sadis, mahasiswi Akper di Garut dirampok dulu diperkosa
Penjahat di Palembang mulai disegani seandainya banyak bunuh korbannya
Rampok dan bunuh korbannya, Eko diringkus usai kabur ke Paser Utara
Diduga dirampok, pasutri lansia di Palembang tewas mengenaskan

Sumber: http://www.merdeka.com

Komentar Anda

You might also likeclose