Sunday , August 20 2017
Topik Terhangat

Polisi Yang Kawal Pembubaran Ibadah Di Sabuga Bandung Tak Dikenakan Sanksi

Polisi Yang Kawal Pembubaran Ibadah Di Sabuga Bandung Tak Dikenakan Sanksi

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, polisi yg berada di lokasi ketika pembubaran ibadah di Sasana Budaya Ganesha Institut Teknologi Bandung cuma menjalankan tugasnya buat pengamanan.

Tak ada sanksi yg mulai dikenakan kepada mereka karena sifatnya cuma pengawalan.

“Tindakan polisi mengarah kepada antisipasi jangan sampai terjadi konflik horizontal,” ujar Boy ketika dihubungi, Sabtu (10/12/2016).

Boy mengatakan, polisi cuma mengantisipasi agar tak terjadi kericuhan ketika pembubaran dilakukan.

Dengan demikian, situasi pembubaran kondusif tanpa adanya gesekan massa dari kedua belah pihak.

“Jadi, mari berpikir komprehensif,” kata Boy. Masalah pembubaran tersebut dianggap selesai usai adanya meeting antara Polrestabes Bandung, Forum Ulama Umat Indonesia, dan perwakilan panitia acara Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR).

Boy mengatakan, sudah terjadi kesepakatan dalam musyawarah tersebut sehingga persoalan ini tidak dibawa ke ranah hukum.

“Sudah selesai melalui musyawarah di antara para tokoh dengan restorative justice,” kata Boy.

Acara Kebaktian Kebangunan Rohani di Gedung Sasana Budaya Ganesha, Selasa (6/12/2016) lalu. dihentikan setelah sejumlah orang tiba ke acara tersebut dan meminta acara itu dibubarkan.

Ketua Pembela Ahlus Sunnah (PAS) Muhammad Roin mengatakan, ia dan sejumlah anggotanya meminta penyelenggara KKR menghentikan sesi kedua acara tersebut pada malam hari.

Roin mengatakan, pihaknya tak melarang aktivitas keagamaan yg diselenggarakan oleh umat agama lain. Dia meminta agar KKR dipindahkan ke rumah ibadah sesuai dengan Surat Peraturan Bersama Tiga Menteri Nomor 9 Tahun 2006 dan Nomor 8 Tahun 2006.

Namun, Panitia Nasional Kebaktian Kebangunan Rohani Natal 2016 menyatakan sudah memenuhi seluruh izin dan prosedur pelaksanaan ibadah.

Sumber: http://nasional.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose