Wednesday , August 23 2017
Topik Terhangat

Enaknya PNS DKI Tiap Bulan Bawa Pulang Rp 13 Juta Hingga Rp 70 Juta

Enaknya PNS DKI Tiap Bulan Bawa Pulang Rp 13 Juta Hingga Rp 70 Juta

Sungguh enak menjadi pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Saban bulan, PNS DKI mampu membawa pulang uang ke rumah paling sedikit Rp 13 juta. Pendapatan PNS DKI mungkin terbilang paling besar di antara provinsi di semua Indonesia.

Dapatkan diskon Rp 300,000 buat tiket libur Natal & Tahun baru-muBesarnya gaji PNS DKI tersebut diklaim sebagai program keberhasilan reformasi birokrasi dan transparansi yg dikerjakan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat. Menurut Ahok, selama beberapa tahun menjadi gubernur DKI, dia telah menjalankan program reformasi birokrasi dengan transparansi sistem anggaran, peningkatan mutu pegawai negeri sipil, dan bersih-bersih birokrasi.

“Kita temukan banyak PNS bersyukur bangga jadi PNS DKI karena digaji baik. Paling bawah Rp 13 juta, paling tinggi Rp 70 juta,” ungkap Ahok dalam debat pemimpin Jakarta yg diselenggarakan Kompas TV, di Djakarta Theatre, Kamis (15/12) kemarin.

Ahok mengaku, reformasi birokrasi tak mampu selesai cuma dalam waktu lima tahun. Melainkan membutuhkan waktu setidaknya 10 tahun dan anak-anak muda yg potensial bersiap dijadikan birokrat yg lebih baik.

Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono meluruskan ucapan Ahok. Angka Rp 13 juta yg dimaksud Ahok bukanlah gaji pokok, melainkan total uang yg dibawa pulang PNS ke rumah setiap bulannya.

“Kalau gaji, standar nasional. Enggak ada kewenangan DKI mengatur, jadi kewenangannya kalian mengatur Tunjangan Kepegawaian Daerah (TKD)-nya saja,” kata Sumarsono, di Balai Kota, Jumat (16/12).

Sumarsono membenarkan seandainya penghasilan terkecil PNS DKI mampu mencapai Rp 13 juta rupiah. Apalagi nilai itu dapat tercapai seandainya tunjangan kepegawaian daerah (TKD) yg diperoleh besar.

“Dari TKD sebenarnya ada beberapa pola, mampu TKD tetapi yg lain-lain hilang, dan enggak bisa TKD tetapi yg lain-lain dapat,” ungkapnya.

Sumarsono menerangkan, yg dimaksud lain-lain seperti uang makan, uang transportasi seandainya ditugaskan ke lapangan, uang insentif, dan tunjangan.

“Jadi yg mampu TKD tunjangan pokoknya 0 (nol). Ada lagi yg yang lain tanpa TKD tetapi seluruh masih dapat, ada honor masih ada uang makan uang keluar, yaa banyaklah tunjangan yg lainnya,” tandasnya.Baca juga:
Gaji PNS DKI paling kecil Rp 13 juta/bulan, ini rinciannya
DKI pangkas 1.060 jabatan, klaim anggaran jadi hemat Rp 151 miliar
Perda baru disahkan, 1.060 jabatan di Pemprov DKI dihapus
Soal pemecatan PNS, Ahok ibaratkan seperti pertandingan sepak bola

Sumber: http://www.merdeka.com

Komentar Anda

You might also likeclose