Wednesday , August 23 2017
Topik Terhangat

21 Teroris Sudah Ditangkap, Kapolri Yakin Natal Dan Tahun Baru Aman

21 Teroris Sudah Ditangkap, Kapolri Yakin Natal Dan Tahun Baru Aman

JAKARTA, KOMPAS.com – Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian meyakini tak mulai ada gangguan keamanan ketika perayaan Natal dan Tahun Baru 2016.

Keyakinan itu muncul karena Polri telah melakukan sejumlah penangkapan terhadap kelompok terduga terorisme di sejumlah daerah sebelum mereka melakukan aksinya.

“Total yg ditangkap kemarin tujuh orang, tiga tewas dan empat hidup. Ditambah sebelumnya 14 orang, totalnya 21 orang. Dan selalu kalian kembangkan ke jaringan yang lain kalau masih ada,” kata Kapolri usai meeting terbatas di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (22/12/2016).

Tito percaya dengan banyaknya penangkapan ini mulai memberi efek untuk kelompok yang lain yg belum tertangkap.

(Baca: Teroris di Tangsel Simpan Bahan Pembuat Bom di Rumah Kosong)

Kendati demikian, Tito memastikan bahwa Polri bersama TNI dan Badan Intelijen Negara mulai selalu bekerja keras buat melakukan upaya deteksi dini dan penindakan seandainya memang masih ada kelompok yg berupaya buat melakukan teror.

Hal ini sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo yg disampaikan dalam ratas. “Kita yakinkan situasi insyallah tenang, tak ada apa-apa. Mari kalian bekerja bersama-sama. Sehingga perayaan Natal dan tahun baru dapat berjalan lancar,” kata Tito.

“Silakan nikmati Natal dan tahun baru, kita mulai selalu bekerja keras,”.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memastikan pihaknya mulai selalu menolong Polri dalam menangani ancaman terorisme.

Ia menilai masyarakat memang harus waspada, namun tak perlu sampai khawatir dan terganggu dalam merayakan Natal dan tahun baru. “Tenang, rayakan Natal dengan penuh damai,” ucap Gatot.

Dalam sesuatu bulan ke belakang, Polri gencar menangkap para terduga teroris. Terakhir, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap sesuatu orang dan menembak tiga orang terduga teroris di Setu, Tangerang Selatan. 

(Baca: Identifikasi DNA Tiga Terduga Teroris yg Tewas di Tangsel Tunggu Pihak Keluarga)

Densus terpaksa menembak karena ketiganya disebut melakukan perlawanan pada ketika hendak ditangkap. 

Kompas TV Sosial Media dan Terorisme- Satu Meja

 

Sumber: http://nasional.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose