Saturday , June 24 2017
Topik Terhangat

“Industri Otomotif Itu Dibina Bukan Dibinasakan”

Industri Otomotif Itu Dibina Bukan Dibinasakan

Jakarta, KompasOtomotif – Salah sesuatu alasan kuat tak ada kartel dalam tubuh Asosiasi Sepedamotor Indonesia (AISI) dinilai dari jumlah anggota yg menyusut. Saat ini anggotanya cuma lima, semuanya perusahaan perwakilan merek Jepang, tujuh lainnya telah gugur karena kalah bersaing pasar dengan anggota yg lain.

“Sebelumnya ada 12, selalu jadi delapan, sekarang tinggal lima. Mengapa? Karena persaingan,” ujar Ketua Umum AISI Gunadi Sindhuwinata di Jakarta dalam Diskusi Pasang Surut Industri Otomotif, Kamis (22/12/2016).

Gunadi mengatakan perusahaan Jepang yg jadi prinsipal sangat menjunjung tinggi persoalan persaingan usaha. Perusahaan di Indonesia yg menjadi partner perusahaan asing itu sedikit banyak mewarisi sifat itu dari prinsipal.

“Mereka (prinsipal) tak mungkin membiarkan perjanjian persekongkolan jahat itu terjadi, karena dampaknya itu merek mulai terbawa. Jadi prinsipal kena dampak, mereka pasti menjaga dengan baik dan benar,” kata Gunadi.

Sebelumnya, para pembicara yang lain dalam diskusi telah mengkritisi cara Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) membawa dugaan kartel Yamaha dan Honda ke meja hijau. Para narasumber itu adalah Ketua KPPU Sutrisno Iwantono periode 2002 – 2003 dan 2004 – 2005, Faisal Basri, pengamat ekonomi dari Universtitas Indonesia yg pernah menjadi komisioner KPPU pada 2000 – 2006, dan Guru Besar Hukum Bisnis dari Universitas Nindyo Pramono.

Kesimpulannya, banyak hal janggal dalam proses sidang pemeriksaan. KPPU dikatakan minim bukti dan status terduga dapat memberikan sinyal negatif bagi investor yg ada akhirnya mengganggu iklim industri.

“Apel ini bukan cuma buat KPPU saja tetapi juga instansi lainnya bahwa kami harus sadar pertumbuhan ekonomi harus ditunjang industri yg sehat. Tetapi jangan sampai yg harus dibina ini akhirnya dibinasakan. Siapa yg diuntungkan? Pasti orang yang lain yg ingin masuk ke Indonesia mencari kesempatan karena kalian mematikan sendiri kemampuan kita,” ucap Gunadi. 

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose