Monday , June 26 2017
Topik Terhangat

Pengungkapan Pelaku Utama Kasus Korupsi Takalar Tinggal Tunggu Waktu

Pengungkapan Pelaku Utama Kasus Korupsi Takalar Tinggal Tunggu Waktu

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulsel, Hidayatullah selalu mendalami perkara korupsi lahan pencadangan transmigran di Kabupaten Takalar, termasuk dugaan keterlibatan Bupati Takalar Burhanuddin Baharuddin.

Dapatkan diskon Rp 300,000 buat tiket libur Natal & Tahun baru-mu“Upaya paksa sudah dikerjakan penyidik yakni menahan camat, kades dalam perkara serupa. Saya kira kami juga harus memakai teori dalam mengungkap sesuatu perkara yg mulai menuju kepada siapa pelaku utamanya. Kenapa Bupati Takalar belum tersentuh, sebagaimana yg aku katakan juga di depan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat pekan dulu bahwa ini masalah waktu saja,” kata Hidayatullah di diskusi akhir tahun di lantai 8 kantor Kejati Sulsel, Kamis (29/12).

Hidayatullah menampik tudingan adanya nuansa politik dalam penanganan perkara dugaan korupsi di Kabupaten Takalar itu, karena di ketika bersamaan di daerah tersebut tengah dihelat kegiatan Pilkada.

“Kita sama-sama tahu kalau di pertengahan Februari nanti mulai ada Pilkada di Takalar. Itu yg harus dijaga dan sesuai petunjuk pimpinan, bahwa pada keadaan seperti ini yg paling utama adalah tak menghalangi pesta demokrasi yg mulai berlangsung di Kabupaten Takalar. Itu penekanan pimpinan kami,” tekannya.

Jika dikatakan ada intervensi politik, tambahnya, pasti masalah itu tak bergerak tapi kenyataannya tak demikian. Bahkan yg terjadi, proses hukum perkara tersebut tetap berjalan. Dan lebih kurang sesuatu tahun bertugas di Kejati Sulsel ini, kata Hidayatullah lagi, dia merasa baik-baik saja, tak ada partai politik yg coba lakukan intervensi.

Di Kesempatan yg sama, Wiwin Suwandi dari Anti Corruption Committee (ACC) Sulsel yg juga hadir sebagai pembicara mengatakan, wajar seandainya banyak pertanyan yg muncul di tengah masyarakat mengenai adanya dugaan negatif terkait penegakan hukum dalam perkara korupsi di Kejati Sulsel.

Selain karena menelan waktu yg cukup lama, orang-orang yg tersentuh, dijadikan tersangka adalah orang-orang di bawah dan seolah mengabaikan pucuk pimpinannya selaku penanggung jawab dalam proyek yg bermasalah itu.

“Kenapa bawahan yg diproses, pimpinannya tidak. Kenapa cuma Kadesnya, Camatnya. Wajar kalau kalian bertanya, ada apa, kenapa,” kata Wiwin Suwandi.

Diketahui, penyidik Kejati Sulsel ketika ini sementara menangani perkara jual beli lahan negara di Kabupaten Takalar, yakni lahan pencadangan transmigrasi seluas 150 hektare senilai Rp 16 miliar.

Lahan itu adalah lahan negara namun dijual seolah-olah lahan itu lahan warga ke investor China dengan nama perusahaan PT Karya Insan Cirebon. Lokasinya di Desa Laikang dan Desa Punaga di Kecamatan Mangarabombang, Takalar.

Oktober lalu, Camat berinisial NU, Kades Laikang dan Sekdesnya berinisial Li dan Rs sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan.
Sumber: http://www.merdeka.com

Komentar Anda

You might also likeclose