Tuesday , August 22 2017
Topik Terhangat

Beginilah Tablet Korea Utara Yang Serba Terkunci

Beginilah Tablet Korea Utara Yang Serba Terkunci

KOMPAS.com – Penampilannya tidak berbeda dari kebanyakan tablet lain, dengan layar besar berukuran 10 inci yg mendominasi bagian muka dan antarmuka grafis. Tapi fitur-fiturnya sungguh jauh berbeda dari perangkat sejenis.

Itulah “Woolim”, tablet yg beredar di Negeri Komunis Korea Utara. Keberadaan tablet tersebut diungkapkan oleh tim peneliti yg ikut serta di Chaos Communication Congress di Hamburg, Jerman, awal minggu ini.

Woolim sebenarnya dibikin oleh pabrikan yang berasal China. Namun, pemerintah Korut memodifikasinya sedemikian rupa sehingga praktis tak mampu dipakai buat melakukan apapun kecuali mengonsumsi media atau membuka file yg telah “lulus sensor”.

Pengguna tidak mampu memasukkan file dulu membukanya dari tablet berbasis Android ini. “Hal tersebut berlaku buat seluruh macam file. Bahkan file HTML dan teks,” ujar anggota tim peneliti, Florian Grunow, seperti dirangkum KompasTekno dari Motherboard, Senin (2/1/2017).

Baca: Sebenarnya, Korea Utara Punya Internet atau Tidak?

Dia menjelaskan, tiap kali pengguna membuka file, tablet mulai memeriksa tanda kriptografis dari file yg bersangkutan. Hanya ada beberapa macam file yg dapat dibuka, yakni file yg dibuat sendiri oleh tablet (misalnya foto) dan file yg telah mendapat tanda persetujuan dari pemerintah melalui cryptographic signature tadi.

Bukan hanya “terkunci”, Woolim juga melacak seluruh hal yg dikerjakan pengguna. Tiap kali sebuah aplikasi dibuka, tablet mulai mengambil screenshot secara otomatis. Screenshot itu tak dapat dihapus.

Sementara, sejumlah fitur hardware seperti Wi-Fi dan Bluetooth sengaja dimatikan supaya tak mampu dipakai.

Woolim sekaligus menjadi sarana propaganda untuk pemerintah Korut. Penggunanya dijejali aneka pesan pemerintah, baik lewat bahan-bahan bacaan yg tertanam di dalamnya, ataupun tayangan TV dan internet pemerintah Korut yg mampu diakses lewat tablet.

Korut sendiri diketahui mengedarkan dua model tablet di dalam negeri. Woolim yaitu contoh terbaru yg diestimasi akan beredar pada 2015. Harganya diperkirakan cukup mahal, di atas banderol 160-200 Euro (Rp 2,3 juta-Rp 2,9 juta) yg dipatok pabrikan pembuatnya di China.

Target audience tablet ini adalah golongan orang berduit, bukan mereka yg berasal dari kelas pekerja,” kata Grunow.

Baca: Korea Utara Hanya Punya 28 Situs Web

Sumber: http://tekno.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose