Friday , August 18 2017
Topik Terhangat

IOC Hukum Delapan Atlet Terkait Doping

Jakarta (ANTARA News) – Komite Olimpiade Internasional (IOC) menghukum delapan atlet karena gagal melalui tes anti doping yg mengakibatkan keikutsertaan dan gelar yg mereka dapatkan dicabut.

Dilansir dari laman resmi IOC di Jakarta, Senin, sebagian dari delapan atlet tersebut berkompetisi di ajang Olimpiade Beijing 2008 dan sebagian lainnya berlaga di Olimpiade London 2012.

IOC menyatakan hukuman itu diambil karena komite kompetisi olahraga terbesar di dunia tersebut memandang perlindungan kebersihan atlet dan memerangi doping adalah prioritas utamanya sesuai dengan peta jalan strategis IOC 2020 bagi masa depan olimpiade.

“IOC menempatkan langkah-langkah khusus, termasuk menyasar pra tes dan pemeriksaan ulang sampel yg berasal dari Olimpiade Beijing dan London, menyusul proses pengumpulan data intelijen yg dimulai pada Agustus 2015. Sebagai bagian dari proses ini, IOC menyatakan bahwa delapan atlet sudah didiskualifikasi,” kata para pejabat IOC.

Adapun delapan atlet tersebut yaitu, pertama Lei Cao (33) yang berasal China, pemegang emas angkat besi 75 kg putri Olimpade Beijing 2008 yg positif buat zat terlarang GHRP-2 dan metabolit (GHRP-2 M2). Kedua, Xiexia Chen (34) yang berasal China, pemegang medali emas angkat besi 48 kg putri Olimpiade Beijing 2008 yg terdeteksi positif bagi zat GHRP-2 dan metabolit (GHRP-2 M2).

Ketiga Chunhong Liu (31) yang berasal China, pemenang medali emas cabang angkat besi 69 kg putri Olimpiade Beijing 2008 yg terdeteksi positif buat zat GHRP-2 dan metabolit (GHRP-2 M2) serta sibutramine. Keempat, Nadzeya Ostapchuk (36) yang berasal Belarusia, pemegang medali perunggu cabang menembak putri Beijing 2008 yg terdeteksi positif bagi zat dehydrochlormethyltestosterone (turinabol) dan tamoxifen.

Kelima, Darya Pchelnik (36) yang berasal Belarusia, peringkat keempat lempar peluru putri Olimpiade Beijing 2008 yg terdeteksi positif bagi zat dehydrochlormethyltestosterone (turinabol). Keenam, Sibel Simsek (32) yang berasal Turki, peraih peringkat empat angkat besi 63kg putri Olimpiade London 2012 yg terdeteksi positif buat zat dehydrochlormethyltestosterone (turinabol) dan stanozolol.

Ketujuh, Intigam Zairov (31) yang berasal Azerbaijan, peringkat enam angkat besi 94 kg putra Olimpiade London 2012 yg terdeteksi positif buat zat dehydrochlormethyltestosterone(turinabol). Kedelapan, Norayr Vardanyan (29) yang berasal Armenia, peringkat 11 angkat besi 94 kg putra Olimpiade London 2012 yg terdeteksi positif bagi zat dehydrochlormethyltestosterone (turinabol).

Semua atlet yg terdeteksi positif tersebut, didiskualifikasi dari segala turnamen yg diikutinya ketika perkara tersebut terjadi, diminta mengembalikan penghargaan dan medalinya serta meminta otoritas olahraga di mana atlet yg bersangkutan tergabung buat mengimplementasikan hukuman ini dengan modifikasi seperlunya.

Hingga ketika ini belum diketahui tanggapan masing-masing federasi dan otoritas olahraga negara yang berasal para atlet tersebut atas putusan IOC ini. Demikian laporan Reuters.

(T.R030/I007)

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Komentar Anda

You might also likeclose