Friday , June 23 2017
Topik Terhangat

Indosat Aktifkan 4,5G, Kenapa Tidak Langsung 5G?

Indosat Aktifkan 4,5G, Kenapa Tidak Langsung 5G?

JAKARTA, KOMPAS.com – Operator telekomunikasi berlomba-lomba memperkenalkan jaringan 4,5G yg diklaim lebih cepat hingga beberapa kali lipat dibandingkan 4G LTE. Setelah Telkomsel dan XL, kini giliran Indosat mengimplementasikan jaringan 4,5G ini.

Lantas, buat apa implementasi jaringan 4,5G tersebut? Mengapa tak segera ke 5G?
Menurut penuturan Group Head Network Strategy and Solution Indosat Ooredoo, Yune Marketatmo, setidaknya ada tiga manfaat dari implementasi jaringan baru ini.

Pertama, optimalisasi jaringan 4G LTE. Pada dasarnya, jaringan 4,5G telah dikembangkan sejak 2012 dulu berbarengan dengan modernisasi jaringan. Tak ada infrastruktur baru, melainkan modifikasi dari yg telah ada.

Jadi, perangkat yg tidak mendukung 4,5G pun sebenarnya mampu merasakan manfaatnya meskipun tidak maksimal. Yune menyebut segala perangkat 4G setidaknya mulai merasakan kecepatan yg meningkat 20 persen.

Kedua, soal efisiensi. Jaringan 4,5G dimungkinkan oleh dua implementasi teknologi, seperti carrier aggregation, massive MIMO, skema modulasi 256 QAM, dan cellular/WiFi aggregation.

Carrier aggregation sebenarnya telah diterapkan pada 4G, namun terbatas pada penggabungan tiga band. Sementara itu, carrier aggregation di 4,5G memungkinkan penggabungan band yg lebih banyak, sehingga lebih efisien.

Baca: Internet 4,5G Telkomsel Tembus 1 Gbps di Pondok Indah

Begitu juga dengan penggabungan spektrum selular dengan spektrum bagi jaringan WiFi. Implementasi teknologi demikian bakal lebih fleksibel dan efisien bagi mengakomodir kebutuhan internet yg selalu bertambah.

“Teknologi yg kalian gunakan mulai meningkatkan kecepatan, mereduksi latensi, serta tidak mengurangi kapasitas dengan infrastruktur jaringan yg lebih efisien,” Yune menjelaskan.

Ketiga, persiapan ke 5G. Jaringan 4,5G diperkenalkan sebagai ancang-ancang menuju implementasi jaringan 5G. Saat ini, jaringan 5G telah terdefinisi di dunia global namun belum benar-benar direalisasikan.

Jaringan 5G mulai berbarengan dengan implementasi Internet of Things (IoT), di mana konektivitas bukan hanya di smartphone tetapi segala benda. Implementasi IoT ini contohnya mobil tanpa awak, kulkas pintar, mesin cuci pintar, dll.

Nah, prinsip-prinsip pada 4,5G sejatinya sama dengan 5G, yakni tidak mengurangi kecepatan, menurunkan latensi, dan tidak mengurangi kapasitas. Tapi, 5G dimungkinkan oleh infrastruktur baru yg ketika ini masih selalu dikembangkan. Intinya, 4.5G mampu diartikan sebagai perkenalan terhadap fungsi-fungsi 5G.

Baca: Jaringan 4,5G Indosat Sudah Bisa Dinikmati

Sumber: http://tekno.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose