Monday , August 21 2017
Topik Terhangat

Gara-gara Saksi, Penasihat Hukum Ahok Dan Hakim Debat Di Persidangan

Gara gara Saksi, Penasihat Hukum Ahok Dan Hakim Debat Di Persidangan

Tim penasihat hukum terdakwa perkara dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama sempat berbeda pendapat dengan majelis hakim sebelum memulai sidang ke tujuh. Sebab Jaksa Penuntut Umum (JPU) segera menghadirkan saksi fakta sebelum saksi pelapor.

Saat sidang berlangsung, JPU mulai segera menghadirkan Lurah Pulau Panggang Yuli Hardi. Padahal ada empat orang saksi yang lain yg terdiri dari tiga saksi pelapor dan sesuatu orang saksi fakta.

Namun tim penasihat hukum Basuki atau akrab disapa Ahok ini meminta JPU menghadirkan saksi pelapor terlebih lalu sebelum saksi fakta. Sebab sesuai ketentuan dalam Kitab Undang-undang Hukum Acara (KUHAP) pemeriksaan saksi mestinya dimulai dari pelapor baru kemudian saksi fakta.

Terlebih itu, dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) juga disebutkan bahwa para pelapor menjadi saksi korban.

“Sesuai KUHAP urutan pemeriksaan harus lebih dahulu saksi korban baru saksi fakta,” katanya di dalam Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (24/1).

Sementara itu, Ketua JPU Ali Mukartono menilai, tak ada ketentuan pelapor harus diperiksa lebih lalu dalam persidangan. Meski demikian, dia tidak menampik dalam KUHAP mengatur pemeriksaan harus dikerjakan lebih dahulu pada saksi korban.

“Kami menghadirkan saksi fakta Yuli Hardi terlebih dahulu karena yg yang lain belum hadir. Hal ini juga sudah sesuai sebagaimana sudah ditetapkan secara lisan oleh majelis hakim,” terangnya.

Sedangkan, Ketua Majelis Hakim Dwiarso Budi Santiarto menyetujui pernyataan JPU. Merujuk pada proses peradilan yg sederhana, cepat, dan murah, hakim menetapkan bagi tetap mendengarkan informasi saksi fakta terlebih dulu.

“Majelis memerintahkan jaksa bagi yg telah hadir agar dihadapkan lebih dulu,” tegas Dwiarso.

Namun, anggota tim penasihat hukum Sirra Prayuna mengatakan, saat seseorang melaporkan sebuah peristiwa pidana maka diwajibkan bagi memberikan informasi dalam persidangan. Selain itu, sesuai dengan ketentuan dalam KUHAP, pelapor yg juga menjadi saksi korban mesti diperiksa lebih dahulu agar mengatakan fakta di persidangan.

“Maka harapan kita bagaimana saksi pelapor ini tahu yg dikatakan dalam BAP. Kami berharap agar yg mulia bisa mempertimbangkan agar pelapor diperiksa lebih dulu,” ungkapnya.

Hakim Dwiarso pun berkukuh buat melanjutkan pemeriksaan saksi pada Yuli Hardi. Namun hakim berjanji mulai mencatat keberatan tim penasihat hukum.

“Mana saksi yg hadir dahulu mulai kita periksa. Apabila nanti pelapor tak hadir, kalian mulai ambil sikap,” tandasnya.
Sumber: http://www.merdeka.com

Komentar Anda

You might also likeclose