Monday , August 21 2017
Topik Terhangat

Penyelundupan Komponen Mobil Palsu Rp 72,3 M

Penyelundupan Komponen Mobil Palsu Rp 72,3 M

Abu Dhabi, KompasOtomotif – Tak kurang dari500.000 keping lebih komponen mobil palsu, yg berpotensi berbahaya, disita dalam penggerebekan di Uni Emirat Arab (UEA). Petugas investigasi mengatakan, barang ini kemungkinan bakal menuju Australia.

Ini yaitu penyitaan terbesar di segmen otomotif dalam sejarah UEA, investigator memperkirakan kalau ini setara dengan 5,4 juta dolar Amerika atau Rp 72,3 miliar. Komponen-komponen tersebut diangkut dengan total 21 truk, yg tersimpan di sebuah gudang distribusi di kota Al-Ain, Abu Dhabi.

Mengutip Motoring.com, Minggu (22/1/2017) suku cadang palsu tersebut mampu dipasangkan pada 15 merek mobil yg berbeda. Penggerebekan ini yaitu hasil dari kolaborasi penyelidikan yg besar, oleh pemilik merek dagang otomotif dan Abu Dhabi Department of Economic Development (ADDED).

Penyitaan ini juga disebut memiliki kesamaan dengan yg dikerjakan pada Mei 2016, di mana berhasil ditemukan 33.000 komponen palsu Toyota, yg didominasi oleh part keselamatan seperti airbag triggering devices, di Guangzhou, China.

Palsu

Pihak Australia merespons langsung, terkait berhasil disitanya komponen mobil yg mulai dikirimkan ke negerinya. “Pengedar di Dubai sudah menghubungi pengecer otomotif Australia, dan menawarkan buat menjual mereka suku cadang asli, lebih murah dari harga lokal (Australia), dalam kebanyakan kasus, ternyata komponen tersebut adalah palsu,” ujar Craig Douglas, Nationwide Research Group Director, yg memiliki pengalaman puuhan tahun menjadi investigator komponen mobil palsu.

Douglas menambahkan, melalui penyelidikan yg telah dilakukannya selama 25 tahun terakhir, telah semakin kelihatan kalau suku cadang palsu bagi dua merek mobil ke Australia, diimpor dari Dubai, Abu Dhabi dan dua kota yang lain di UEA.

“Penyelidikan kalian sudah mengungkapkan komponen ini adalah palsu. Penyitaan baru-baru ini memamerkan persoalan yg selalu meningkat, dan konsumen Australia harus waspada,” ujar Douglas, yg menggambarkan UEA sebagai “Hong Kong dari era 80-an” terkait komponen mobil palsu atau Original Equipment Manufacturer (OEM).

Tony Weber, pimpinan Federal Chamber of Automotive Industries (FCAI) terkait masalah ini, perlu bagi mengampanyekan penggunaan suku cadang asli OEM, yg dibeli dari diler resmi merek mobil yg digunakan. Namun, pernyataan tersebut mendapat respons dari Australian Automotive Aftermarket Association (AAAA).

Stuart Charity, Direktur Eksekutif AAAA mengatakan, kalau konsumen memiliki hak buat tak memilih suku cadang OEM, saat menservis atau memperbaiki mobil mereka. “AAAA yakin mulai persaingan bebas dan terbuka, sebagai cara terbaik bagi memastikan bahwa seluruh pemilik mobil Australia memiliki akses buat produk terjangkau, perbaikan, dan suku cadang yg berkualitas tinggi,” ucap Charity.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose