Monday , August 21 2017
Topik Terhangat

Imbas Trump Jadi Presiden, AS Didesak Republik Keluar Dari PBB

Imbas Trump Jadi Presiden, AS Didesak Republik Keluar Dari PBB

Dalam pemilihan kemarin, Partai Republik berhasil merebut kembali kemenangan mereka dari tangan Partai Demokrat. Berkat itu pula, presiden yg mereka usung, Donald Trump, sukses menduduki jabatan kepresidenan menggantikan Barack Obama.

Setelah kembali menguasai House of Representative, atau Dewan Perwakilan Rakyat AS, Partai Republik malah mengajukan usul agar Amerika Serikat keluar dari Persatuan Bangsa-Bangsa. Usulan berbentuk undang-undang ini diberi nama ‘Kedaulatan Restorasi Amerika 2017’, yg resmi diajukan pada 3 Januari lalu.

Usulan itu diajukan oleh legislator Partai Republik yang berasal Alabama, Mike Rogers. Bahkan mendapat dukungan dari legislator dari Carolina Utara Walter B Jones, Arizona Andy Biggs, Missouri Jason Smith, Kentucky Thomas Massie, Tennessee John Duncan Jr, dan Florida Matt Gaetz.

RUU baru ini mulai membatasi AS buat mengucurkan dana yg diperuntukkan pada operasi penjaga perdamaian PBB di semua dunia, dan meminta PBB mengosongkan properti yg dimiliki oleh pemerintah Amerika Serikat. Tak cuma itu, aturan itu nantinya mulai mencabut Undang-Undang Tahun 1973 tentang Partisipasi Program Lingkungan, melucuti pegawai PBB dari kekebalan diplomatik di AS, dan mencabut keanggotaan dan partisipasi AS dalam Organisasi Kesehatan Dunia.

Bahasa yg dicantumkan pun cukup keras, sebuah tembakan ekstrem buat mendapatkan dukungan dari semua anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan bisa dimajukan ke Senat. Roger juga pernah coba melakukan hal serupa pada 2015 lalu, dan menemui kegagalan.

“Saya menduga pemerintah asing mulai lebih tertarik bagi menjalankan administrasi terkait PBB,” kata senior kebijakan pertahanan Dewan Hubungan Luar Negeri, Stephen Biddle, demikian dilansir Bussiness Insider, Selasa (24/1).

Meski demikian, Biddle melanjutkan, usulan itu bukan berarti membuat AS bukan buat menantang institusi multilateral atau sampai menarik diri dari keterlibatan global.

Usulan itu sendiri sejalan dengan ucapan Donald Trump, yg menyebut PBB sebagai ‘lembaga kongkow-kongkow’ dan menjanjikan hubungan antara AS dan PBB ‘akan jauh berbeda’ selama kepemimpinannya.

Kritik itu tidak lepas dari keputusan Dewan Keamanan PBB yg meloloskan resolusi pada akhir Desember lalu, yg menekan Israel menyetop sementara pembangunan perumahan di tanah Palestina. Trump, bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, mendesak AS agar melawan resolusi itu, di yg diajukan Mesir.

Namun, AS memilih Abstain dan resolusi pun lolos.

Gara-gara itu, banyak legislator Republikan menuding PBB sebagai lembaga yg ‘anti-Israel’, yg bertujuan bagi mengisolasi dan melemahkan negara Yahudi. Bahkan, Senator John McCain menyebut pemilihan PBB sebagai ‘bab anti-Israel yg memalukan dalam sejarah Perserikatan Bangsa-Bangsa’.

Akibat itu, sedikitnya legislator Republikan menjalankan upaya yg terlalu jauh buat membuat AS keluar sepenuhnya dari PBB. Pada 2015, Senator yang berasal Kentucky Rand Paul mengaku mulai ‘bahagia menghapus’ Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Sebagian lainnya mengaku mulai mendukung sepenuhnya penghapusan pengucuran dana buat lembaga itu, di mana PBB mendapatkan USD 594 juta, atau 22 persen dari anggaran negara pada 2016.Baca juga:
Indonesia harus hati-hati susun strategi politik AS di bawah Trump
Kebijakan proteksionis Trump bakal turunkan harga komoditas
Baru jadi presiden Trump telah banyak berdusta, ini kebohongannya
Paus bandingkan Donald Trump dengan Adolf Hittler
Eks Menkeu: Ketidakpastian dunia adalah Trump, bukan Amerika

Sumber: http://www.merdeka.com

Komentar Anda

You might also likeclose