Friday , August 18 2017
Topik Terhangat

Politisi PDI-P: Pidato Megawati Merupakan Sikap Partai

Politisi PDI P: Pidato Megawati Merupakan Sikap Partai

JAKARTA, KOMPAS.com – Politisi PDI Perjuangan Aria Bima mengatakan, partainya tidak segan menghadapi pelaporan Baharuzaman kepada Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.

Ia menegaskan, apa yg disampaikan Megawati yaitu sikap partai dalam merespons disintegrasi bangsa yg disebabkan oleh perilaku kelompok fundamentalis dan intoleran.

“Itu bukan celometan ketua umum. Itu pidato ketua umum partai merespons situasi. Bukan celometan di jalan umum. Teriak-teriak di mobil dengan sound system. Itu sikap resmi PDI-P. Sikap partai yg menghadapi seluruh ancaman terkait Pancasila, Bhineka Tunggal Ika,” kata Aria di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (24/1/2017).

Menurut Aria, hal tersebut ada keterkaitannya dengan Pilgub DKI ketika ini. Ia merasa ada pihak yg mengkapitalisasi isu agama dalam Pilgub DKI dan dimanfaatkan oleh salah sesuatu kandidat.

(baca: Megawati Dilaporkan karena Ceramahnya Saat HUT Ke-44 PDI-P)

“Sangat ambisiusnya kelompok tertentu dan kandidat tertentu, kok utik-utik persoalan kebinekaan,” papar Aria.

“Biasanya kan anak polah bopo kepradah (apa yg dikerjakan anak berimbas ke bapaknya), ini bisa-bisa bopo polah anaknya kepradah,” lanjut dia.

Ia juga menegaskan PDI-P tidak gentar menghadapi pelaporan tersebut dan mempersilakan seandainya ada pihak yg hendak menempuh jalur hukum terkait pidato Megawati.

“Yang jelas PDI-P tak takut mulai tekanan massa, kalau itu menyangkut hal yg prinsip, kalian tidak takut. Soal Pilgub saja itu lho, udah kaya republik ini mau ambruk aja,” ucap Aria.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto sebelumnya mengatakan, Megawati dilaporkan terkait ceramah yg dia sampaikan ketika HUT ke-44 PDI-Ppada 10 Januari 2016.

Pelapor, kata Rikwanto, menganggap isi ceramah Megawati ketika itu mengandung unsur penodaan agama.

“Isinya laporan tersebut dalam kaitan pidato di acara HUT PDI-P melalui televisi,” ujar Rikwanto.

Megawati dilaporkan oleh Humas LSM Aliansi Anak Bangsa Gerakan Anti Penodaan Agama, Baharuzaman, pada Senin (23/1/2017).

(baca: Rizieq Minta Kasusnya Dimediasi Polisi, Ini Kata Sukmawati)

Rikwanto mengatakan, setelah pelapor melihat tayangan itu, ia segera mengunduh video Megawati di YouTube pada hari yg sama.

Pernyataan yg dianggap menodai agama, merupakan “para pemimpin yg menganut ideologi tertutup pun memosisikan diri mereka sebagai pembawa ‘self fulfilling propechy‘, para peramal masa depan. Mereka dengan fasih meramalkan yg mulai pasti terjadi di masa yg mulai datang, termasuk dalam kehidupan setelah dunia fana. Padahal, notabene mereka sendiri tentu belum pernah melihatnya.”

“Pelapor merasa terhina dengan kata-kata terlapor sehingga melaporkan ke polisi,” kata Rikwanto.

Sumber: http://nasional.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose