Monday , August 21 2017
Topik Terhangat

Dua Orang Keluar Dari Rumah Patrialis Akbar

Dua Orang Keluar Dari Rumah Patrialis Akbar

JAKARTA, KOMPAS.com – Rumah Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis Akbar dikabarkan digeledah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penggeledahan tersebut yaitu tindak lanjut dari keterangan adanya operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK.

Hasan, petugas keamanan RT 06 RW 12, membenarkan bahwa rumah di Jalan Cakra Wijaya V Blok P No.3 Cipinang Muara, Jatinegara, Jakarta Timur itu yaitu rumah Patrialis.

Pantauan Kompas.com, beberapa orang keluar dari ruang tersebut. Dua orang laki-laki itu kelihatan membawa sesuatu tas punggung dan beberapa tas jinjing.

Saat laki-laki berbaju biru ditanya apakah tas tersebut yaitu hasil penggeledahan, ia segera memasuki mobil yg terparkir di belakang rumah bernomor polisi B 176 HP.

Belum diketahui apakah mereka penyidik KPK atau kerabat Patrialis.

(Baca: Ketua MK: Ya Allah, Saya Mohon Ampun…)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya menggelar operasi tangkap tangan pada Rabu (25/1/2017). KPK menangkap seorang hakim yg bertugas di Mahkamah Konstitusi.

“Benar, keterangan telah kalian terima terkait adanya OTT yg dikerjakan KPK di Jakarta,” ujar Ketua KPK Agus Rahardjo ketika dikonfirmasi, Kamis (26/1/2017), saat dikonfirmasi info penangkapan hakim MK.

Menurut Agus, ada sejumlah pihak yg diamankan ketika ini. Penangkapan tersebut terkait dengan lembaga penegak hukum.

Berdasarkan keterangan yg diperoleh, salah sesuatu hakim menerima suap terkait uji materi di MK.

“Perkembangan lebih lanjut mulai kalian sampaikan pada hari ini,” kata Agus.

(Baca: MK Minta Presiden Berhentikan Hakim Konstitusi yg Ditangkap KPK)

Kepastian Patrialis Akbar yg ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan kemarin hiniagga kini masih menunggu kepastian KPK. Namun, dalam jumpa pers para hakim konstitusi siang tadi, cuma Patrialis yg tampak tak hadir.

Ketua MK Arief Hidayat menyampaikan para hakim konstitusi tak berkomunikasi lagi dengan Patrialis sejak Rabu (25/1/2017) malam. Hingga hari ini, Patrialis juga masih belum mampu dihubungi MK.

Apabila Patrialis dijerat KPK karena urusan korupsi, Arief menyatakan MK mulai langsung meminta Presiden Jokowi buat memberhentikan secara tak hormat. MK juga akan siap menyusum tim etik bagi menjatuhkan sanksi kepada hakim konstitusi itu.

Sumber: http://nasional.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose