Monday , June 26 2017
Topik Terhangat

Ini 2 Hal Yang Ikut Menyumbang Kenaikan Indeks Persepsi Korupsi Indonesia

Ini 2 Hal Yang Ikut Menyumbang Kenaikan Indeks Persepsi Korupsi Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com – Corruption Perseption Index (CIP) tahun 2016 meningkat sesuatu poin dibandingkan tahun 2015.

Indeks ini memetakan persepsi korupsi pada setiap negara.

Dalam rentang 0-100, CPI Indonesia pada tahun 2016 memiliki skor 37 poin.

Skor tersebut berdasarkan persepsi masyarakat terhadap risiko korupsi di Indonesia.

Delapan lembaga survei memberikan hasil yg berbeda. Tiga lembaga survei menilai, CPI Indonesia mengalami kenaikan dan beberapa lembaga survei menyatakan tidak mengalami perubahan dibanding tahun sebelumnya.

Sementara itu, tiga lembaga survei lainnya menyatakan, CPI Indonesia mengalami penurunan.

Deputi Sekretaris Jenderal Transparency International Indonesia (TII) Lia Toriana mengatakan, kenaikan CPI Indonesia disumbangkan oleh paket debirokratisasi yg dikerjakan oleh pemerintah.

“Penyederhanaan layanan perizinan, perpajakan, bongkar muat dan pembentukan satgas (satuan tugas) antikorupsi,” kata Lia ketika memaparkan hasil CPI di Hotel Saripan Pasific, Jakarta, Rabu (25/1/2017).

Pada Rabu (9/9/2015), pemerintah launching paket deregulasi ekonomi.

Pemerintah merombak 89 peraturan bagi menghilangkan duplikasi perizinan.

Selain menyederhanakan peraturan, pemerintah juga mempercepat realisasi proyek strategis, yakni dengan mempercepat izin dan pengadaan serta diskresi hukum.

Satgas Antikorupsi seperti pembentukan Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) dibentuk pemerintah berdasarkan paket reformasi hukum yg dimulai pada Oktober 2016 lalu.

Tidak cuma “menyapu” pungli di sektor pelayanan publik, Satgas juga “menyapu” pelaku pungli di internal Polri.

“Paket debirokratisasi dan pembentukan satgas antikorupsi lintas lembaga dinilai efektif menurunkan prevalensi korupsi,” ujar Lia.

Namun, peningkatan CPI Indonesia mengalami penurunan di level global.

Pada tahun 2015, di level global CPI Indonesia berada di urutan 88, sedangkan pada 2016 turun beberapa poin menjadi peringkat 90.

Denmark dan Selandia baru dengan 90 poin memiliki skor tertinggi. Disusul oleh Finlandia (89 poin), Swedia (88 poin) dan Swiss (86 poin).

Kenaikan skor CPI Indonesia belum dapat menyaingi negara tetangga seperti Malaysia (49 poin), Brunei (58 poin) dan Singapura (85 poin).

Indonesia cuma berada di atas Thailand (35 poin), Filipina (35 poin), Vietnam (33 poin), Myanmar (28 poin), dan Kamboja (21 poin).

Sumber: http://nasional.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose