Friday , August 18 2017
Topik Terhangat

Jokowi Singgung Kasus Emirsyah Satar Di Depan Para Bos BUMN

Jokowi Singgung Kasus Emirsyah Satar Di Depan Para Bos BUMN

JAKARTA, KOMPAS.com – Presiden Joko Widodo menyinggung perkara mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk Emirsyah Satar, yg kini ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi.

Kasus itu disinggung Jokowi di hadapan ratusan bos Badan Usaha Milik Negara dalam acara Executive Leadership Program (ELP) untuk Direksi BUMN, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (25/1/2017).

“Saya minta segala BUMN betul-betul jangan sampai ada yg kena persoalan lagi. Saya enggak mau ada yg kena persoalan lagi. Baik dirut, direksi, baik di bawahnya, jangan sampai, hati-hati semuanya,” kata Jokowi.

(Baca: Emirsyah Janji Ungkap Kasusnya)

Jokowi mengatakan, di era keterbukaan seperti ini, apabila seorang pejabat melakukan korupsi, maka kesalahannya itu dapat jadi baru terungkap 5-10 tahun yg mulai datang.

“Hati-hati kejadian 2012 ketemunya sekarang. Hati-hati, aku enggak ngomong di BUMN mana, tetapi gambarnya ada,” kata Jokowi.

Layar besar di belakang Jokowi dulu menampilkan beberapa gambar. Di gambar sebelah kiri terpampang pesawat Garuda Indonesia.

(baca: Kasus Emirsyah, KPK Dapat Bukti dari Pihak Inggris dan Singapura)

Sementara gambar di sebelah kanan cuma menampilkan bagian mesinnya. Sebagian bos BUMN segera tertawa merespons sindiran Jokowi itu.

“Hati-hati. Jangan sampai ada yg tiba ke saudara atas nama saya, siapa pun enggak mau aku nama aku dipakai-pakai. Enggak, siapa pun entah orang dekat saya, saudara saya, enggak ada,” ucap Jokowi.

Namun, Jokowi juga meminta petinggi BUMN tak takut dalam mengambil keputusan atau kebijakan apabila memang tak melakukan kesalahan apa pun.

“Ini aku ingatkan. Kenapa aku ingatkan? Karena aku mencintai saudara-saudara semuanya, jangan sampai kena,” ujar Presiden.

(Baca: Selama Jadi Bos Garuda, Emirsyah Satar Mangaku Tak Pernah Terima Suap)

Emirsyah sebelumnya mengaku tak pernah menerima suap selama menjabat sebagai Dirut PT Garuda Indonesia (Persero).

“Sepengetahuan saya, selama aku menjadi Direktur Utama PT Garuda Indonesia, aku tak pernah melakukan perbuatan yg koruptif ataupun menerima satu yg berkaitan dengan jabatan saya,” kata Emirsyah ketika dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (20/1/2017).

 

Ia mengatakan, penetapan dirinya sebagai tersangka yaitu kewenangan KPK. Dia pun bersiap bekerja sama dengan penyidik.

“Saya mulai menghormati proses hukum dan bekerja sama sebaik-baiknya dengan penyidik bagi menegakkan kebenaran atas hal ini,” ujar dia.

Emirsyah diduga menerima suap dari Rolls-Royce, perusahaan pembuat mesin pesawat yang berasal Inggris, melalui perantara senilai Rp 20 miliar.

Selain itu, Emirsyah diduga menerima sejumlah barang senilai 2 juta dollar AS. Suap tersebut diberikan terkait pengadaan 50 pesawat dan mesin pesawat selama 2005-2014.

Suap diduga diberikan kepada Emirsyah agar Garuda memakai mesin Rolls-Royce bagi pesawatnya.

KPK meyakini Emirsyah bukan satu-satunya penerima suap dari Rolls-Royce.

Dokumen pernyataan fakta masalah Rolls-Royce Plc dan Rolls-Royce Energy Systems Inc yg diunggah di laman lembaga antikorupsi Inggris, Serious Fraud Office, pada 17 Januari 2017, memperlihatkan lebih dari sesuatu pejabat Garuda yg menerima suap.

Dokumen itu memperlihatkan keterlibatan perantara 8 yg menjadi rekanan Rolls-Royce dalam penyuapan terhadap pejabat Garuda.

Disebutkan, misalnya, antara 11 Juni 2012 dan 23 Mei 2014, dua pembayaran dikerjakan melalui akun perantara 8 ke sejumlah akun bagi keuntungan beberapa pejabat Garuda.

Sebelum itu, pada 11 Oktober 2010 dan 14 Oktober 2010 disebutkan ada transfer 100.000 dollar AS dan 10.000 dollar AS ke akun atas nama pejabat senior Garuda.

Praktik suap melalui perantara ini diduga berlangsung sejak era Orde Baru. Pada kurun waktu 1 Januari 1989 hingga 31 Desember 1998, Rolls-Royce disebut memakai jasa perantara 1 pemilik perusahaan A yg disebut bertindak sebagai agen ”kantor Presiden Indonesia”.

Perantara 1 itu menerima pembayaran 2,25 juta dollar AS dan sebuah mobil Rolls-Royce Silver Spirit sebagai penghargaan atas keberpihakan perantara 1 kepada Rolls-Royce bagi kontrak mesin Trent 700.

Kompas TV KPK Cegah 2 Mantan Pejabat Garuda Indonesia Ke Luar Negeri

 

Sumber: http://nasional.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose