Friday , August 18 2017
Topik Terhangat

Mengapa Carry Lebih Laku Ketimbang Mega Carry?

Mengapa Carry Lebih Laku Ketimbang Mega Carry?

Jakarta, KompasOtomotif – PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) milik beberapa jago di segmen low pick up. Mereka adalah pikap Carry (Futura) dan Mega Carry (berbasis APV). Meski tercebur di segmen yg sama, keduanya tidak sikut-sikutan, justru saling melengkapi.

Menariknya di sini, Carry justru lebih laku ketimbang Mega Carry. Padahal, secara dimensi, Carry lebih kecil, termasuk bak. Mega Carry bahkan telah milik opsi penambah kenyamanan, seperti pendingin kabin (AC) juga pengenteng setir (power steering).

Dari data SIS, tahun dahulu duet ini terjual 43.443 unit. Setelah dipilah, 67,6 persen di antaranya atau 29.408 unit adalah hasil dari penjualan pikap Carry. Sedangkan sisanya, 14.035 unit atau 33 persen disumbang oleh Mega Carry.

Mengapa Carry Lebih Laku Ketimbang Mega Carry?SIS Suzuki Mega Carry Extra.

Kira-kira, apa alasan orang lebih memilih Carry yg notabene lebih kecil dan ”jadul” ketimbang Mega Carry? Direktur Penjualan SIS, Makmur, menyatakan bahwa hal ini terjadi lebih karena alasan sejarah.

”APV (pikap) kan baru launching 2011. Kalau Carry telah lama, lintas generasi. Banyak yg telah mengakui kekuatannya, bandel, dan sebagainya. Dari sisi harga juga berbeda. Selisihnya hampir Rp 10 juta (Mega Carry lebih mahal),” ujar Makmur.

Mereka berdua dianggap SIS tidak mulai saling makan. Carry dan Mega Carry mulai memperluas pilihan pada pengusaha buat mendapatkan low pick up yg sesuai dengan kebutuhan.

Buktinya, secara tak langsung, SIS telah memisahkan keduanya di area yg berbeda agar saling melengkapi. Selain harga, keduanya juga beda gaya, ukuran, juga fitur kenyamanan.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose