Friday , August 18 2017
Topik Terhangat

Nasib Buruk Pasar Mobil Niaga Pada 2016

Nasib Buruk Pasar Mobil Niaga Pada 2016

Jakarta, KompasOtomotif – Daya beli masyarakat yg akan sedikit menguat di 2016, mendorong pertumbuhan penjualan kendaraan baru, terutama mobil penumpang. Namun, nasib baik ini tak dialami oleh segmen kendaraan niaga alias komersial.

Dibanding dengan 2015, penjualannya terperosok cukup dalam, hingga 25,5 persen atau tercatat hanya 206.000 unit. Padahal pada 2015, penjualannya mampu mencapai 276.672 unit.

“Memang, permintaan yg kuat, membuat mobil penumpang tumbuh di 2016. Namun, buat pasar commercial vehicle (CV), angkanya menyusut, dan selalu menurun sepanjang tiga tahun berturut-turut,” ujar Vivek Vaidya, Senior Vice President of Mobility  dari lembaga riset dan konsultan Frost & Sullivan, di Jakarta, Rabu (25/1/2017).

Vivek mengakui, padahal belanja yg dikerjakan pemerintah buat pembangunan infrastruktur, akan dari transportasi dan konstruksi telah cukup positif menstimulus pasar, khususnya bus dan medium-heavy CV. Namun memang, masih ada persoalan yang lain yg masih sulit terbendung, sehingga menurunkan demand-nya.

“Permintaan global tetap lemah, meski harga komoditas seperti batu bara dan minyak sawit naik hingga menuju akhir tahun. Ini menyebabkan perusahaan menahan peremajaan kendaraan operasional mereka, sehingga berdampak pada segala segmen CV.  Selain itu, pertumbuhan lamban di sektor pertambangan menyebabkan penurunan penjualan juga buat heavy-truck,” ucap Vivek.

Nasib Buruk Pasar Mobil Niaga Pada 2016Frost & Sullivan Tren penjualan mobil komersial per segmen di 2016.

Pikap kecil mengalami penurunan paling dalam, dibanding segmen lainnya, anjlok 33,1 persen dari 186.081 unit (2015) menjadi 124.500 unit pada 2016. Terbesar kedua penyumbang penurunan adalah kabin ganda, mencapai 21,1 persen, menjadi 9.500 unit.

Baru kemudian truk, turun 8,8 persen dari 74.769 unit menjadi 68.200 unit pada 2016. Namun, positive growth justru terjadi pada segmen bus, naik 4, 2 persen dari 3.743 unit menjadi 3.900 unit.

“Pertumbuhan penjualan CV yg potensial dari pembangunan infrasturktur, tertahan oleh tantangan yg dihadapi di sektor tambang, logistik dan perkebunan. Sementara permintaan bus, digerakkan oleh kebijakan pemerintah bagi memperbaiki trasportasi publik, melalui penambahan armada maupun pembaruan,” ujar Vivek.

Mitsubishi selalu menjadi pemimpin pasar dengan peguasaan pasar 35,9 persen, naik dari tahun sebelumnya yg cuma 33 persen. Kemudian Hino dan Isuzu yg berkontirbusi positif 10,5 persen dan 7,2 persen, dengan fokus di segmen masing-masing dan harga yg kompetitif.

Sedangkan market share mobil komersial Suzuki anjlok dari 24,5 persen menjadi 20,4 persen, dan juga diikuti Daihatsu yg tergelincir 21,5 persen menjadi 19,7 persen. Ini seiring dengan anjloknya pasar pikap kecil, yg jadi mainan kedua merek ini.

Nasib Buruk Pasar Mobil Niaga Pada 2016Frost & Sullivan Pergerakan pangsa pasar merek komersial di Indonesia selama 2014-2016.

 

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose