Wednesday , August 23 2017
Topik Terhangat

Simpan Sabu Dalam Anus, Warga Malaysia Dibekuk Di Bandara Lombok

Simpan Sabu Dalam Anus, Warga Malaysia Dibekuk Di Bandara Lombok

Seorang warga Malaysia berinisial MR (35) dibekuk petugas gabungan Lombok International Airport, Senin (23/1). MR dibekuk petugas setelah berusaha menyelundupkan sabu sebanyak 134 gram lewat anusnya.

Kasi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Mataram, Andi Herwanto mengatakan, barang bukti disimpan di dalam tiga kapsul. Satu ditelan, beberapa dimasukkan ke dalam anus dibungkus dengan karet lateks seperti kondom.

“Tujuannya agar licin dan lebih gampang dimasukkan ke dalam anusnya,” kata Andi dalam konferensi pers di kantornya, Kamis (26/1).

Andi mengatakan, modus penyelundupan yg dikerjakan tersangka MR yaitu kali pertama terjadi di NTB. Menurut Andy, terungkapnya perkara itu berawal dari keterangan intelijen tentang adanya upaya penyelundupan narkoba dari Malaysia ke Indonesia.

Andy menambahkan keterangan itu ditindaklanjuti dengan pemeriksaan intensif terminal kedatangan internasional. MR yg telah dicurigai petugas Bea Cukai LIA menumpang pesawat Air Asia AK306. Dia terbang dari Kuala Lumpur International Airport (KLIA), datang di Lombok Senin (23/1) pukul 19.20 WITA.

Petugas nyaris terkecoh dengan ulah pelaku. Sebab, pada awalnya tak ditemukan barang bukti setelah hasil pindai X-ray terhadap barang bawaan tak terdeteksi adanya sabu tersebut.

“Selanjutnya, kalian rontgen dia. Baru ketahuan,” ungkapnya.

Hasil pindainya memperlihatkan ada gambar benda asing di saluran pencernaan di bagian anus. Tersangka kemudian diminta buang air besar.

“Yang keluar tiga kapsul berisi kristal bening sabu,” sebut dia.

Tiga kapsul itu beratnya mencapai 134 gram sabu. Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku sesuatu kapsul seberat 25,53 gram dimasukkan dengan cara ditelan. Sementara beberapa kapsul yg dimasukkan ke anus masing-masing beratnya 52,40 gram dan 49,51 gram.

Andy menjelaskan, modus itu muncul dari tersangka sendiri dengan niatan bagi mengelabui pengamanan bandara yg dikenal ketat. Tertangkapnya MR tidak membuat penyelidikan berhenti.

Dari informasi MR dikembangkan ke tersangka yang lain yg diduga sebagai pemesan barang. Dua tersangka lain, MY dan RA ditangkap Selasa (24/1) pagi di salah sesuatu hotel di kawasan LIA, Praya, Lombok Tengah, ketika hendak bertransaksi dengan tersangka MR.

Kabid Pemberantasan BNNP NTB, AKBP Denny Priadi mengatakan, beberapa tersangka itu diduga sebagai kurir dan pemesan barang haram dari Malaysia. “Semuanya ini residivis narkoba. Mereka pemain lama,” bebernya.

Para tersangka dijerat dengan pasal berlapis, yakni pasal 104 dan atau pasal 112 ayat 2 dan atau pasal 114 ayat 2 dan atau pasal 113 ayat 2 dan atau pasal 115 dan atau pasal 127 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

“Ancaman pidana penjara minimal 12 tahun maksimal hukuman mati. Denda paling banyak Rp 10 miliar ditambah sesuatu per tiga,” pungkas Denny.Baca juga:
Agus diringkus polisi usai beli sabu dari Ahok
Desersi dan narkoba macam pelanggaran terbanyak di Kodam Wirabuana
BNN masih tunggu waktu tangkap bandar tembakau gorila
Bandar keroyok teman sendiri karena tidak bayar hasil jualan narkoba
Polisi bekuk 1 dari 7 tahanan Bareskrim kabur di Sukabumi
BNN bakal sidak toko penjual vape

Sumber: http://www.merdeka.com

Komentar Anda

You might also likeclose