Monday , August 21 2017
Topik Terhangat

Tiga Tantangan Utama Industri Otomotif Nasional

Tiga Tantangan Utama Industri Otomotif Nasional

Jakarta, KompasOtomotif – Ingin menjadi Negara dengan industri otomotif bertaraf dunia, Indonesia jangan sampai ketinggalan tren yg ada. Meski milik potensi besar di pasar domestik, tetapi alangkah baiknya juga akan bersiap ekspansi ke luar.

Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo mengatakan, setidaknya ada tiga tantangan global bagi dapat mengikuti tren tersebut. Mulai dari isu energi dan lingkungan, teknologi keamanan, sampai isu perdagagan bebas (FTA).

“Jadi ke depannya bakal banyak negara yg memiliki kepedulian terhadap persoalan lingkungan dan energi. Negara tujuan ekspor otomotif Indonesia, seperti timur tengah telah akan menerapkan Corporate Average Fuel Economy (CAFÉ) dan Carbon Tax,” ujar Kukuh, Rabu (25/1/2017).

Kukuh menyadari, sampai ketika ini Indonesia masih ada di level standar emisi Euro II, dan inipun tak penuh. Sementara negara yang lain telah Euro IV ke atas, dan saat mau ekspor, harus memiliki beberapa jalur produksi, ini tak efisien.

Ujian kedua, kata Kukuh, negara-negara berkembang dan maju ketika ini telah semakin memperhatikan teknologi keamanan pada kendaraan. Syarat ini semakin ketat, terutama di negara-negara maju dan berkembang.

“Ketika di sini masih mengurusi soal seatbelt, di negara yang lain telah lebih maju dari itu. Satu mobil, dapat memiliki delapan airbag, serta teknologi keamanan lain. Jika ingin bersaing global, tentunya kami perlu tingkatkan level keamanan kendaraan,” ujar kukuh.

Lalu terakhir, terkait isu perdagangan bebas kukuh menuturkan, dengan penduduk yg jumlahnya mencapai 250 juta jiwa, masih berpotensi tumbuh, di mana car density Indonesia masih rendah. Ini mulai menjadi pasar yg menarik, sehingga bakal makin banyak negara yg berminat melakukan perjanjian perdagangan.

“Perjanjian perdagangan ini juga yaitu tantangan tersendiri buat industri otomotif ke depannya. Meningkatnya kompetisi kendaraan karena semakin banyaknya pilihan kendaraan (Impor tarif yg rendah),” ujar Kukuh.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose