Monday , August 21 2017
Topik Terhangat

2016, Ekspor Toyota Indonesia Anjlok Lumayan

2016, Ekspor Toyota Indonesia Anjlok Lumayan


Jakarta, KompasOtomotif 
— Kinerja ekspor PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) sebagai ranting usaha Toyota Motor Corporation (TMC) anjlok cukup besar pada 2016 lalu. Mengacu data internal perusahaan, tahun dahulu cuma tercatat  91.225 kendaraan dalam bentuk utuh atau completely built up (CBU) yg dikirim dari pusat pabrik di Karawang, Jawa Barat.

Kalau dibandingkan dengan kinerja setahun sebelumnya (2015), maka terjadi penurunan yg cukup dalam, sampai 19,8 persen dari 113.857 unit. Figur ini diperoleh dari perhitungan model-model yg diproduksi TMMIN, yakni Toyota Fortuner, Innova, Vios, Yaris, dan Sienta.

Jika diurai lebih lanjut, Fortuner masih mendominasi hasil ekspor, dengan sumbangan 49.018 unit, naik 16,5 persen dari tahun sebelumnya (2015), 42.052 unit. Hasil positif yang lain juga diperoleh berkat hadirnya model baru, Sienta, yg akan diekspor tahun lalu, dengan sumbangan 5.855 unit.

Penurunan terbesar terjadi dari Vios. TMMIN cuma bisa mengirim 23.855 unit, ambles 53,7 persen dari tahun sebelumnya yg sempat mencapai 51.545 unit. Sementara itu, Innova juga bernasib serupa, harus turun 12,2 persen, dari 14.167 unit menjadi 12.428 unit. Sementara itu, Yaris jumlahnya tak signifikan, juga turun dari 93 unit menjadi 69 unit saja.

Warih Andang Tjahjono, Wakil Presiden Direktur TMMIN, mengatakan, penurunan ekspor pada tahun dahulu terjadi karena menyusutnya penyerapan dari Arab Saudi, salah sesuatu negara tujuan penting di Timur Tengah. Melemahnya harga minyak dunia membuat negeri yg kaya mulai komoditas tersebut kehilangan daya saing.

“Maklum saja, Arab Saudi itu tujuan ekspor terbesar di Timur Tengah, jadi sangat berpengaruh ke kinerja total. Akan tetapi, negara yang lain akan naik, khususnya tetangga, seperti Vietnam dan Filipina,” kata Warih di Jakarta, Kamis (26/1/2017).

Non-TMMIN

Kondisi serupa juga dialami seandainya melihat dari kinerja ekspor segala produk bermerek Toyota. Dengan tambahan empat model lain, yakni Toyota Avanza, Rush, Agya, dan Town/Lite Ace, yg diproduksi terpisah oleh PT Astra Daihatsu Motor (ADM), kinerja ekspor juga masih tercatat negatif.

Meskipun demikian, penurunan yg terjadi tak terlalu dalam, tak sampai sesuatu persen, yakni 169.098 unit, terpaut tipis dari 2015, yakni 176.737 unit. Dari jumlah itu, produk yg diprodusi ADM, jumlahnya mencapai 77.873 unit, naik 13 persen dari sebelumnya 68.880 unit (2015).

Dari total ekspor produk non-TMMIN, Avanza yaitu penyumbang ekspor terbesar, mencapai 43.468 unit. Posisi kedua, ada Agya 19.748 unit, kemudian mobil niaga Town/LiteAce 14.582 unit, dan Rush 75 unit.

“Tahun ini kalian optimistis ekspor mulai kembali naik lagi ke level 180.000 unit, naik sekitar 10 persen dari kalian (Toyota),” kata Warih.

Kenaikan target ekspor juga disampaikan oleh pihak Gaikindo, lewat sekretaris umum, Kukuh Kumara, di Jakarta, Rabu (25/1/2017). Kukuh mengatakan, ekspor mobil secara utuh pada tahun ini diprediksi naik 7 persen dari hasil 2016, sebanyak 201.000 unit, secara nasional.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose