Monday , August 21 2017
Topik Terhangat

Kapolri: Negara Dibangun Di Atas Keberagaman

Kapolri: Negara Dibangun Di Atas Keberagaman

JAKARTA, KOMPAS.com – Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menegaskan jajarannya mulai melindungi Negara Kesatuan Republik Indonesia yg diwarnai banyak keberagaman.

Hal itu disampaikan Kapolri ketika memberikan pidato singkat pada acara perayaan Natal dan Tahun baru 2017 MPR-DPR-DPR, Jumat (27/1/2017) malam.

Tito mengakui ada dua insiden kecil yg menyinggung keberagaman, misalnya pada momentum menjelang Natal 2016 dan Tahun Baru 2017.

Namun, Kepolisian bekerja sama dengan TNI berhasil mengamankan ancaman tersebut.

“Misalnya adanya sweeping di Solo, kita lakukan penegakan hukum. Ditangkap dan proses hukum. Kami ingin buktikan bahwa ada jaminan beribadah buat semua masyarakat sesuai undang-undang,” kata Tito di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat malam.

Selain insiden jelang Natal, Tito juga menyinggung soal kegiatan-kegiatan yg mengatasnamakan organisasi masyarakat kemudian melakukan sosialisasi namun meresahkan publik.

“(Kepada mereka) kita juga melakukan tindakan,” tuturnya.

(baca: Pembubaran Ibadah di Sabuga Bandung Dilaporkan ke Polisi)

Ada pula peristiwa pembubaran ibadah di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Institut Teknologi Bandung yg terjadi dua waktu lalu. Ibadah itu dipimpin Pendeta Stephen Tong.

Saat itu, Tito segera menghubungi Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan berkoordinasi dengan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo buat kemudian menghubungi Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Muhammad Herindra dan Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan.

“Saya sampaikan, bagi lagi kegiatan yg lebih besar di sana dengan pendeta yg sama dan kalian mulai amankan. Untuk membuktikan bahwa tak ada masalah,” kata Tito.

Begitu pula terhadap perayaan Natal di Jakarta. Kepolisian dan TNI berpatroli ke dua tempat, salah satunya mengamankan ibadah Natal di Kemayoran.

“Saya sampaikan pada Panglima, salah satunya kami harus tiba ke Kemayoran. Karena ada acara besar pendetanya Pak Stephen Tong. Kami mau buktikan bahwa itu juga aman,” kata Mantan Kapolda Metro Jaya itu.

Adapun Pendeta Stephen Tong juga hadir dalam acara perayaan Natal dan Tahun Baru MPR-DPR-DPD RI tersebut.

Tito bersyukur, secara umum rangkaian Natal dan Tahun Baru 2017 bisa dilalui dengan baik. Ia berharap, semua komponen masyarakat tidak berhenti mendukung keamanan negara menjelang sejumlah agenda-agenda utama ke depan.

Beberapa di antaranya adalah Imlek dan Pilkada Serentak pada Februari mendatang. Terlebih ada polarisasi masyarakat pada gelaran Pilkada serentak ini.

“Dari segi keamanan, ini kerawanan karena polarisasi mampu menimbulkan potensi konflik,” tuturnya.

Tito memastikan pihaknya bekerja sama dengan jajaran TNI mulai berupaya maksimal bagi mengamankan seluruh agenda besar yg berpotensi menimbulkan konflik dan merusak keberagaman.

“Bagi kalian itulah pertaruhan terhadap kebhinekaan dan NKRI. Karena negara ini dibangun di atas keberagaman dan ini harus kalian jaga,” sambung Tito.

Sumber: http://nasional.kompas.com

Komentar Anda

You might also likeclose